new.thetea.app · sampling channel Encyclopedia · School · Atlas · Pu-erh · Equipment EN · RU · · · · FR · ES · AR · DE · JA · KO
+61 more
new.thetea.app Browse all →

home · article

Zhāopíng Lǜchá

Zhāopíng lǜchá · 昭平绿茶

Zhāopíng Lǜchá (昭平绿茶, Zhāopíng lǜchá) adalah teh hijau Tiongkok dengan tipe pemrosesan kombinasi (烘炒结合型, hōngchǎo jiéhé xíng), diproduksi di Kabupaten Zhāopíng, Daerah Otonomi Zhuang Guangxi. Teh hijau Zhāopíng terkenal dengan prinsip “tiga kehijauan dan empat keindahan” (三绿四美, sānlǜ sìměi): daun hijau zamrud, seduhan…

Zhāopíng Lǜchá (昭平绿茶, Zhāopíng lǜchá) adalah teh hijau Tiongkok dengan tipe pemrosesan kombinasi (烘炒结合型, hōngchǎo jiéhé xíng), diproduksi di Kabupaten Zhāopíng, Daerah Otonomi Zhuang Guangxi. Teh hijau Zhāopíng terkenal dengan prinsip “tiga kehijauan dan empat keindahan” (三绿四美, sānlǜ sìměi): daun hijau zamrud, seduhan hijau giok, ampas teh hijau lembut; keindahan bentuk, keindahan seduhan, keindahan aroma, dan keindahan rasa. Zhāopíng pantas disebut sebagai tempat “teh musim semi awal pertama di Tiongkok daratan” (中国大陆第一早春茶, Zhōngguó Dàlù Dìyī Zǎochūnchá) — panen di sini dimulai 30 hari lebih awal daripada di daerah teh Zhejiang dan Jiangsu.

1. Klasifikasi dan Asal:

  • Tipe: Teh hijau (绿茶, lǜchá), non-fermentasi, tipe pemrosesan kombinasi (menggabungkan pemanggangan dan pengeringan dengan udara panas). Derajat oksidasi kurang dari 5%.
  • Kategori: Teh hijau regional Tiongkok; produk dengan indikasi geografis yang dilindungi (国家地理标志产品, Guójiā Dìlǐ Biāozhì Chǎnpǐn). Kabupaten Zhāopíng dinobatkan sebagai “Kampung Halaman Teh Organik Tiongkok” (中国有机茶之乡, Zhōngguó Yǒujī Chá zhī Xiāng), “Kampung Halaman Teh Terkenal Tiongkok” (中国名茶之乡, Zhōngguó Míngchá zhī Xiāng) dan “Zona Produksi Utama Teh Hijau Nasional” (全国绿茶重点产区, Quánguó Lǜchá Zhòngdiǎn Chǎnqū, gelar ini dianugerahkan pada tahun 2024).
  • Asal: Tiongkok (WRT, Zhōngguó), Daerah Otonomi Zhuang Guangxi (广西壮族自治区, Guǎngxī Zhuàngzú Zìzhìqū), kota tingkat prefektur Hezhou (贺州市, Hèzhōu Shì), Kabupaten Zhāopíng (昭平县, Zhāopíng Xiàn). Zona yang dilindungi mencakup seluruh kabupaten — 11 kecamatan dan kota kecil, 118 desa administratif.
  • Koordinat geografis: Kira-kira 23°40′–24°24′ LU, 110°34′–111°19′ BT.

2. Sejarah dan Makna Budaya:

  • Sejarah:

Tradisi teh di Zhāopíng telah berusia lebih dari seribu tahun dan dimulai sejak era Song Selatan (南宋, Nán Sòng).

Era Song–Yuan (宋元, Sòng-Yuán): pada tahun-tahun Chunxi (淳熙, Chúnxī, 1174–1189) pemerintahan Kaisar Xiaozong (孝宗, Xiào Zōng) dari Song Selatan, teh dari Zhāopíng dimasukkan ke dalam daftar teh upeti Guangxi (广西贡茶, Guǎngxī Gòngchá), dengan kuota tahunan sebesar 7500 jin (sekitar 3750 kg). Di era Ming dan Qing, teh “weiguo qing” (未过清, wèiguòqīng, “dipetik sebelum Qingming”) dari Gunung Xiangqi (象棋山, Xiàngqí Shān) dijual ke luar negeri melalui kota-kota pelabuhan. Sejarah Kabupaten Zhāopíng tahun 1934 (《昭平县志》, Zhāopíng Xiànzhì) menyebutkan bahwa teh lokal “dalam rasa dan aromanya tidak kalah” dari teh-teh terkenal di Jiangsu, Zhejiang, Fujian, dan Anhui.

Pembaruan teknologi (1970–1990-an): pada tahun 1970-an, para pengrajin Zhāopíng mengadaptasi teknologi Longjing dan menciptakan bentuk lokal “jarum perak” (银针, yínzhēn) dan “jarum giok” (碧玉针, bìyù zhēn), yang kemudian digabungkan di bawah nama “Yin Shan Cha” (银杉茶, Yínshān Chá — “teh fir perak”). Pada 1990-an, diluncurkan program “1777” (人均种茶0.1亩, rén jūn zhòng chá 0.1 mǔ) yang bertujuan untuk standarisasi teknologi dan perluasan perkebunan.

Era branding (abad XXI): pada tahun 2007, “Jiangjunfeng Yin Shan” (将军峰银杉, Jiāngjūnfēng Yínshān) memenangkan medali emas di Konferensi Teh Hijau Dunia. Pada tahun 2013, Administrasi Umum Pengawasan Kualitas (国家质检总局, Guójiā Zhìjiǎn Zǒngjú) menyetujui perlindungan indikasi geografis “Zhāopíng Chá” (昭平茶). Hingga tahun 2025, luas kebun teh di kabupaten ini mencapai 266.000 mu (sekitar 17.700 ha), produksi tahunan teh kering mencapai 23.200 ton, total nilai produk melampaui 6,8 miliar yuan, dan merek “Zhāopíng Chá” untuk kedelapan kalinya berturut-turut masuk dalam “100 Merek Regional Teratas Tiongkok” dengan nilai yang diperkirakan mencapai 42,38 miliar yuan.

  • Nama:

“Zhāopíng” (昭平, Zhāopíng) adalah nama kabupaten yang berasal dari era Tang: karakter 昭 (zhāo) berarti “terang, jernih”, 平 (píng) berarti “rata, damai”; secara keseluruhan — “daerah yang terang dan damai”. “Lǜ Chá” (绿茶, Lǜchá) — “teh hijau”. Dalam percakapan sehari-hari, teh hijau dari Zhāopíng juga disebut “Zhāopíng Lǜ” (昭平绿, Zhāopíng Lǜ).

  • Makna budaya:

Legenda Gunung Xiangqi (象棋山, Xiàngqí Shān) menceritakan bahwa para dewa, yang menjelajahi puncak-puncak gunung, berhenti di tempat ini karena terpesona oleh keindahan pemandangannya. Mereka meletakkan papan catur dan mulai bermain, sementara pelayan mereka menyeduh “teh ajaib” dari mata air gunung. Sebelum pergi, para dewa menaburkan benih-benih ajaib di lereng-lereng gunung — dan lereng-lereng itu pun dipenuhi pohon teh. Untuk menghormati legenda ini, gunung itu dinamai Xiangqi — “Catur”. Cerita simbolis ini mencerminkan penghormatan kuno penduduk setempat terhadap teh gunung. Pada tahun 2018, “Teknik Pembuatan Teh Gunung Xiangqi” (象棋山茶制作技艺, Xiàngqí Shān Chá Zhìzuò Jìyì) dimasukkan ke dalam daftar warisan budaya takbenda Guangxi.

3. Deskripsi Botani dan Bahan Baku:

  • Varietas / Kultivar: Penanaman utama (sekitar 60%) adalah Fuyun 6 (福云6号, Fúyún 6 Hào), kultivar berdaun kecil super-dini Camellia sinensis var. sinensis, yang dikembangkan khusus untuk teh pipih jenis “fir perak”. Panen dimulai pada pertengahan Februari, yang menjadikan Zhāopíng salah satu daerah teh paling awal di Tiongkok daratan. Juga ditanam Wuniuzao (乌牛早, Wūniúzǎo) dan Longjing 43 (龙井43, Lóngjǐng 43). Untuk teh gulung (象棋云雾, Xiàngqí Yúnwù) digunakan populasi lokal pohon semi-pohon berdaun sedang (乔木型中叶种, qiáomù xíng zhōngyè zhǒng) yang memberikan seduhan yang lebih padat dan “berisi”.
  • Pemetikan: Panen awal musim semi dimulai pada pertengahan Februari (tunas tunggal — bahan baku kualitas tertinggi). Musim semi utama berlangsung hingga akhir April. Panen musim panas-gugur (Mei–Oktober) — tunas dengan dua daun — dialokasikan untuk varietas massal dengan daya tahan lebih tinggi terhadap penyeduhan berulang.
  • Standar pemetikan: Kualitas tertinggi — tunas yang belum mekar atau tunas dengan satu daun mulai membuka. Kualitas pertama — tunas dengan satu-dua daun. Kualitas kedua — tunas dengan dua-tiga daun.
  • Persyaratan bahan baku: Seragam, segar, tanpa kerusakan mekanis, dipetik pada cuaca kering. Bahan baku dari Gunung Xiangqi, tempat tumbuhnya pohon berusia seratus tahun, sangat dihargai.

4. Terroir dan Keistimewaan Budidaya:

  • Iklim dan relief: Kabupaten Zhāopíng terletak di sabuk muson subtropis pada perlintasan 23°–24° LU. Suhu rata-rata tahunan 19,9–21,2 °C, yang menjamin masa bebas embun beku lebih dari 310 hari. Curah hujan tahunan 1650–2046 mm (salah satu daerah terbasah di Guangxi). Hari berkabut lebih dari 180 per tahun, selisih suhu harian lebih dari 10 °C, proporsi cahaya tersebar sekitar 70%. Reliefnya bergunung-gunung dan berbukit: 87,6% wilayah ditempati pegunungan, dan Zhāopíng sering disebut sebagai “Zhāopíng bu ping” (昭平不平, “Zhāopíng tidak rata”). Ketinggian bervariasi dari 50 hingga 1100 m; perkebunan utama terletak pada ketinggian 300–967 m.
  • Tanah: Tanah gunung merah-kuning (山地红黄壤, shāndì hónghuáng rǎng), pH 5,0–6,5, kandungan bahan organik ≥ 2,5%, kaya akan selenium. Tutupan hutan kabupaten 85,5%, tertinggi di Guangxi, yang menjamin perlindungan alami dari hama (pengendalian hayati 50% lebih efektif) dan tidak adanya polutan industri sama sekali.
  • Keistimewaan budidaya: Lokasi pegunungan tinggi dan banyaknya awan memperlambat pertumbuhan tunas, meningkatkan konsentrasi asam amino pada daun musim semi hingga ≥ 5,2% — 15% lebih tinggi daripada teh dataran rendah. Banyak perkebunan memiliki sertifikasi organik; produsen terbesar adalah perusahaan “Jiangjunfeng” (将军峰茶业, Jiāngjūnfēng Cháyè), yang kebunnya di Desa Jiangkou (江口村) menyumbang hingga 60% volume produksi kabupaten.

5. Teknologi Produksi:

Zhāopíng Lǜchá diproduksi dengan teknologi kombinasi yang menggabungkan pemanggangan (炒, chǎo) dan pengeringan udara panas (烘, hōng):

  1. Pemetikan (采摘, cǎizhāi): Pemetikan selektif manual dari tunas muda.
  2. Pelayanan di atas ayakan bambu (摊青, tānqīng): Daun disebar di atas nampan bambu setebal 3–5 cm dan dibiarkan selama 4–6 jam pada suhu kamar 20–25 °C, hingga kehilangan kadar air mencapai 20–25% dan daun menjadi lunak. Ayakan bambu memberikan sirkulasi udara yang merata, yang secara nyata meningkatkan kesegaran rasa teh jadi.
  3. “Pembunuhan hijau” (杀青, shāqīng): Fiksasi suhu tinggi dalam drum berputar pada suhu 300 °C. Metode “suhu tinggi — pemanggangan cepat” (高温快炒, gāowēn kuàichǎo) mengurangi rasa rumput hingga 30% dibandingkan dengan pengolahan wajan tradisional.
  4. Penggulungan (揉捻, róuniǎn): Perpaduan tekanan ringan, kuat, dan ringan (轻-重-轻, qīng-zhòng-qīng) untuk membentuk dan mengeluarkan getah sel.
  5. Pembentukan (做形, zuòxíng): Tergantung pada produk target: penekanan datar untuk “fir perak” (银杉, yínshān), penggulungan spiral untuk “teh sungai Guijiang” (桂江绿茶, Guìjiāng Lǜchá), pembentukan “lidah burung gereja” untuk maojian (毛尖, máojiān).
  6. Pengeringan pertama (毛火烘干, máohuǒ hōnggān): Udara panas pada suhu 120 °C.
  7. Pengeringan akhir (足干, zúgān): Suhu diturunkan menjadi 80 °C; kadar air akhir tidak lebih dari 6,5%.
  8. Penyortiran (分级, fēnjí): Berdasarkan standar T/CNGMA018—2025.

6. Karakteristik Organoleptik:

  • Penampilan daun kering: Tergantung pada bentuk pengolahan: “fir perak” — tunas lurus, agak pipih dengan bulu putih tersembunyi di bawah permukaan hijau (白毫隐绿, báiháo yǐnlǜ); “Xiangqi Yunwu” — gulungan spiral yang rapat, tipis, agak melengkung berwarna hijau zamrud dengan kilau berminyak; maojian — miniatur “lidah burung gereja” (雀舌形, quèshé xíng) dengan warna hijau keemasan.
  • Aroma daun kering: Berlapis-lapis: dasar aroma kastanye (栗香, lìxiāng) — nada utama untuk teh kualitas pertama; aroma tinggi bersih (清香, qīngxiāng) — pada jenis tertinggi “fir perak”; aroma madu-bunga (蜜糖花香, mìtáng huāxiāng) — ciri khas “Xiangqi Yunwu”; dalam kondisi terroir yang sangat baik, muncul nada anggrek (兰花香, lánhuā xiāng).
  • Aroma seduhan: Cerah, tinggi dan stabil, dengan dominan kastanye atau kacang manis, disertai gaung bunga.
  • Rasa: Segar, hidup (鲜爽, xiānshuǎng) — penanda bahan baku awal musim semi dengan kandungan asam amino yang tinggi. Badan seduhan — cukup padat dan berminyak (甘醇, gānchún), dengan rasa manis yang kembali jelas (回甘, huígān). Dasar polifenol (≥ 28,3%) memberikan struktur yang cukup dan ketahanan terhadap penyeduhan berulang: teh berkembang secara bertahap, tanpa penurunan rasa yang tajam.
  • Warna seduhan: Hijau lembut, cerah dan transparan (嫩绿明亮, nènlǜ míngliàng) pada jenis tertinggi; kuning kehijauan pada jenis massal.
  • Ampas teh (daun seduhan): Daun hijau lembut, rata, berkilau, berdaging, menyusun “bunga kecil” (肥壮成朵, féizhuàng chéngduǒ) — tanda kualitas pemetikan yang tinggi.

7. Komposisi Kimia:

  • Polifenol (katekin): ≥ 28,3% — jauh lebih tinggi dari rata-rata teh hijau, yang ditentukan oleh sinar matahari subtropis dan helai daun yang lebih besar dari kultivar lokal. Fraksi utama adalah EGCG, ECG, dan EGC, yang menjamin aktivitas antioksidan tinggi.
  • Asam amino: ≥ 5,2% pada bahan baku awal musim semi, termasuk L-theanine sebagai fraksi dominan. Rasio polifenol terhadap asam amino menunjukkan keseimbangan yang baik antara kesegaran dan struktur.
  • Alkaloid: Kafein — 3,8%, yang dikombinasikan dengan polifenol memberikan efek tonik berkepanjangan, dinilai 1,2 kali lebih lama dibandingkan dengan teh hijau dari Zhejiang dan Jiangsu.
  • Ekstrak air: ≥ 45% — ekstraktivitas tinggi, menunjukkan kekayaan dan “kepadatan” seduhan.
  • Vitamin: C (terutama pada bahan baku awal musim semi), golongan B, K.
  • Mineral: Kalium, mangan, fluor, selenium (pengayaan karena latar belakang tanah).
  • Minyak esensial: Berkontribusi pada keragaman profil aroma: nada kastanye, bunga, dan madu terbentuk pada tahap “pembunuhan hijau” dan pengeringan.

8. Khasiat Kesehatan:

  • Perlindungan antioksidan: Kandungan katekin yang tinggi (≥ 28,3%) dan selenium memberikan efek antioksidan yang nyata, dinilai 20% lebih tinggi daripada teh hijau dataran rendah.
  • Tonifikasi dan melawan kelelahan: Kombinasi kafein (3,8%) dan polifenol memberikan kesegaran yang stabil tanpa “kejatuhan kafein” yang khas.
  • Dukungan metabolisme: Katekin memperlambat penyerapan glukosa, membantu pengendalian kadar gula darah; ekstrak air (≥ 45%) memastikan bioavailabilitas tinggi zat aktif.
  • Penguatan email gigi: Kandungan fluor 30% lebih tinggi dari norma untuk teh hijau, yang meningkatkan ketahanan asam email.
  • Pencernaan: Polifenol dan asam amino merangsang fungsi sekretori; teh dianjurkan satu jam setelah makan.
  • Sistem kardiovaskular: Konsumsi rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan menjaga elastisitas dinding pembuluh darah.
  • Fungsi kognitif: L-theanine meningkatkan konsentrasi dan keseimbangan emosional tanpa menyebabkan kantuk.

9. Penyeduhan:

  • Suhu air: 80–85 °C untuk teh kualitas pertama–kedua; 75 °C untuk kualitas tertinggi (防烫伤嫩芽, pencegahan “luka bakar” pada tunas yang lembut).
  • Jumlah teh: 3 g per 150 ml (cara Eropa, rasio 1:50); 5–6 g per 100–120 ml (metode gongfu).
  • Peralatan: Gelas kaca atau cangkir — untuk mengamati “tarian teh” (茶舞, chá wǔ); gaiwan porselen putih (盖碗, gàiwǎn) — untuk mengkonsentrasikan aroma.
  • Proses:
    1. Panaskan peralatan dengan air mendidih, buang airnya.
    2. Tempatkan teh.
    3. Gunakan metode “penuangan atas” (上投法, shàngtóufǎ) — tuang air terlebih dahulu, kemudian masukkan teh. Tidak perlu pembilasan.
    4. Seduhan pertama — 30 detik (gelas) atau 10–15 detik (gaiwan).
    5. Setiap seduhan berikutnya — tambahkan 10 detik.
    6. Tahan hingga 3–4 kali penyeduhan dalam gelas; hingga 5–6 kali penyeduhan dalam gaiwan.

10. Penyimpanan:

  • Kemasan kedap udara dan buram (kantong vakum berlapis foil, kaleng timah).
  • Suhu optimal 0–5 °C (lemari es). Sebelum dibuka, biarkan kemasan mencapai suhu ruangan.
  • Setelah dibuka — gunakan dalam waktu 3 bulan untuk mencegah oksidasi polifenol dan kehilangan aroma.
  • Musuh teh: kelembapan, cahaya, suhu tinggi, bau asing.

11. Harga dan Pemalsuan:

  • Kisaran harga: Kualitas tertinggi (特级, tèjí) — tunas utuh atau tunas dengan satu daun, permukaan datar mengilap, aroma kacang polong muda — di atas 600 yuan per jin (500 g). Kualitas pertama (一级, yījí) — tunas dengan satu-dua daun, aroma kastanye, 200–400 yuan per jin. Kualitas kedua (二级, èrjí) — teh massal untuk konsumsi sehari-hari.
  • Faktor harga: Waktu pemetikan (awal musim semi lebih mahal), ketinggian tempat tumbuh, pekerjaan manual, adanya sertifikasi organik.
  • Cara menghindari pemalsuan:
    • Beli teh dengan label indikasi geografis “Zhāopíng Chá” (昭平茶) atau merek publik “Zhāopíng Lǜ” (昭平绿).
    • Nilai penampilan: kualitas tertinggi — tunas datar atau lurus dengan bulu yang hampir tidak terlihat, warna hijau zamrud seragam tanpa bintik gelap atau kuning.
    • Aroma harus bersih — kastanye, bunga, atau kacang — tanpa bau apek atau basi.
    • Seduhan — transparan, cerah, hijau lembut; kekeruhan menunjukkan pelanggaran teknologi atau penyimpanan.
    • Harga yang mencurigakan rendah merupakan sinyal penggantian dengan bahan baku dari daerah lain.

12. Fakta Menarik:

  • Zhāopíng adalah salah satu daerah teh paling awal di daratan Tiongkok yang memulai panen musim semi: berkat iklim subtropis dan kultivar super-dini Fuyun 6, panen sudah dimulai pada pertengahan Februari, sebulan lebih awal daripada provinsi teh terkenal Zhejiang dan Jiangsu.
  • Simbol perkebunan teh lokal adalah Gunung Xiangqi (象棋山), di lerengnya terdapat pohon teh liar berusia ratusan tahun. Pepatah lama Zhāopíng mengatakan: “Teh dari Xiangqi, diseduh dengan air mendidih, tidak rusak selama enam-tujuh hari” — sebuah hiperbola yang menyoroti ketahanan luar biasa dari seduhan.
  • Pada tahun 1988, teh “Lǜ Chá No. 2” (绿茶2号), yang diproduksi oleh Pabrik Teh Zhāopíng, dianugerahi gelar “salah satu dari enam teh terkenal Guangxi” (广西六大名茶), memenangkan medali emas “Piala Lu Yu” (陆羽杯) dan masuk dalam “Kanon Teh Tiongkok” (《中国茶经》, Zhōngguó Chájīng).
  • Di Gunung Tengbaoshan (藤宝山, Téngbǎo Shān) tumbuh “teh dari liana” yang unik (藤宝茶, Téngbǎo Chá) — daun tipis menyerupai jarum bambu, yang disebut penduduk setempat sebagai “teh para dewa” (仙人茶, Xiānrén Chá).
  • Nilai merek “Zhāopíng Chá” pada tahun 2025 diperkirakan melampaui 42 miliar yuan, dan kabupaten ini masuk dalam “100 Kabupaten Teh Teratas Tiongkok” versi Hurun Report.

13. Varietas Teh Hijau Zhāopíng:

  • Zhāopíng Yínshān Chá (昭平银杉茶, Zhāopíng Yínshān Chá): “Fir perak dari Zhāopíng” — tunas lurus, agak pipih dengan bulu putih tersembunyi di bawah permukaan zamrud. Seduhan — hijau lembut dan cerah, aroma — bersih, tinggi, dengan nada kacang polong muda. Memiliki indikasi geografis sendiri dari Kementerian Pertanian (农业部地理标志产品).
  • Xiàngqí Yúnwù (象棋云雾, Xiàngqí Yúnwù): “Kabut awan Gunung Xiangqi” — spiral tipis yang digulung rapat berwarna hijau zamrud dengan kilau berminyak. Dibedakan oleh aroma madu-bunga yang unik (蜜糖花香馥郁, mìtáng huāxiāng fùyù). Diakui sebagai “Teh Terkenal Khusus Guangxi” (广西特种名茶). Bahan baku dipetik pada ketinggian sekitar 700 m, di zona pohon-pohon tua.
  • Zhāopíng Máojiān (昭平毛尖, Zhāopíng Máojiān): Miniatur “lidah burung gereja”, seduhan transparan kuning-hijau, aroma kastanye dengan nuansa bunga. Pemenang emas kompetisi “Zhongcha Bei” (中茶杯).
  • Guìjiāng Lǜchá (桂江绿茶, Guìjiāng Lǜchá): “Teh hijau Sungai Guijiang” — bentuk gulung, aroma kastanye yang jelas, cocok untuk produksi massal. Tahan terhadap penyeduhan berulang.

Berdasarkan musim panen, dibedakan:

  • Teh awal musim semi (早春茶, zǎochūnchá): Panen dari pertengahan Februari, tunas tunggal, kesegaran maksimal — bahan baku untuk kualitas tertinggi.
  • Teh musim panas-gugur (夏秋茶, xiàqiūchá): Mei–Oktober, tunas dengan dua daun, lebih kuat dan tahan lama — dasar untuk varietas massal.

Kesimpulan:

Zhāopíng Lǜchá adalah contoh langka teh hijau Guangxi yang mampu bersaing dengan nama-nama termasyhur dari Zhejiang dan Anhui. “Tiga kehijauan dan empat keindahan” bukan sekadar slogan pemasaran, melainkan deskripsi objektif teh yang lahir di lereng-lereng berkabut pegunungan Tiongkok selatan, di mana matahari subtropis dan hujan melimpah mengisi daun dengan asam amino dan polifenol secara seimbang. Secangkir Zhāopíng Yínshān yang diseduh di pagi hari memberikan sensasi hari pertama musim semi — kesegaran, kemurnian, dan rasa manis ringan dan tanpa bobot yang kembali lagi dan lagi. Teh ini akan sangat dihargai oleh mereka yang mencari bukan sekadar teh hijau, melainkan seteguk musim semi subtropis, yang datang sebulan lebih awal dari kalender.