new.thetea.app · sampling channel Encyclopedia · School · Atlas · Pu-erh · Equipment EN · RU · · · · FR · ES · AR · DE · JA · KO
+61 more
new.thetea.app Browse all →

home · article

Yuèyáng Huáng Chá Zhuān

Yuèyáng huáng chá zhuān · 岳阳黄茶砖

Bata teh kuning Yueyang adalah salah satu teh paling unik dan paradoks dalam tradisi Tiongkok. Ini adalah teh kuning press yang mengandung "bunga emas" (金花, jīn huā) — koloni jamur bermanfaat *Eurotium cristatum*, yang hingga kini hanya diasosiasikan secara eksklusif dengan teh gelap (hei cha).

Bata teh kuning Yueyang adalah salah satu teh paling unik dan paradoks dalam tradisi Tiongkok. Ini adalah teh kuning press yang mengandung “bunga emas” (金花, jīn huā) — koloni jamur bermanfaat Eurotium cristatum, yang hingga kini hanya diasosiasikan secara eksklusif dengan teh gelap (hei cha). Pada hakikatnya, Yuèyáng Huáng Chá Zhuān adalah “jembatan” antara dua dunia teh: kelembutan dan kesegaran teh kuning dan kedalaman, kemampuan penyimpanan jangka panjang, serta “pematangan” yang khas teh gelap. Rumusannya adalah “bata emas, daun giok, seduhan aprikot, manis madu, aftertaste lama penuaan” (金砖玉叶、杏汤醇厚、陈韵绵长).

1. Klasifikasi dan Asal-Usul:

  • Tipe: Teh kuning press (紧压黄茶, jǐnyā huángchá). Secara formal termasuk kategori teh kuning (黄茶, huángchá), namun secara teknologi mencakup elemen khas hei cha — terutama “perkembangan bunga” (发花, fā huā) dengan partisipasi Eurotium cristatum. Hal ini menjadikannya teh unik di persimpangan dua kelas.
  • Kategori: Produk olahan ulang (再加工茶, zài jiāgōng chá) berbasis mao cha kuning Yueyang. Merupakan subkategori kunci produk dengan indikasi geografis terlindungi “Yueyang Huang Cha” (terdaftar tahun 2014).
  • Asal: Tiongkok, Provinsi Hunan (湖南, Húnán), kota setingkat prefektur Yueyang (岳阳, Yuèyáng), distrik Junshan (君山区, Jūnshān Qū).
  • Koordinat Geografis: 112°18′–114°09′ BT, 28°25′–29°51′ LU (dalam zona produksi “Yueyang Huang Cha”).

2. Sejarah dan Makna Budaya:

  • Sejarah:

Prasejarah Qing: teh press kekaisaran. Akar teh kuning press Yueyang dapat ditelusuri kembali ke tradisi upeti Qing (贡茶, gòngchá). Menurut “Sejarah Kabupaten Baling” pada masa pemerintahan Kaisar Guangxu (光绪, Guāngxù, 1875–1908): “Bata teh Junshan — upeti tahunan — delapan belas jin” (君山茶砖,岁贡十八斤). Ini menunjukkan bahwa bentuk press teh Yueyang sudah ada pada abad ke-19, dan mungkin jauh lebih awal: “Yinghu Hangao” (灉湖含膏) era Tang adalah “pasta teh” yang dipres.

1980-an: teknologi modern. Bentuk modern bata kuning Yueyang ditentukan pada tahun 1980-an, saat Pabrik Teh Junshan (君山茶厂, Jūnshān Cháchǎng) mengembangkan metode inovatif “fermentasi pelembapan bertahap” (梯次增湿发酵法, tīcì zēng shī fājiào fǎ), yang memungkinkan pengendalian proses “perkembangan bunga” pada teh kuning — teknologi yang sebelumnya hanya diterapkan pada teh gelap (fu zhuan cha). Metode ini memastikan pembentukan “bunga emas” (Eurotium cristatum) secara terulang di dalam bata teh kuning press dan evolusi rasa yang terkendali selama penyimpanan.

Abad ke-21: pengakuan. Pada tahun 2001, teh kuning press dimasukkan dalam “Seri Emas Junshan” (君山黄金系列) — jajaran produk premium. Pada tahun 2014, dengan diperolehnya indikasi geografis “Yueyang Huang Cha”, bentuk press secara resmi ditetapkan sebagai subkategori tersendiri. Pada tahun 2023, teh kuning press Yueyang meraih medali emas pada Kejuaraan Teh Kuning Nasional Tiongkok (中国黄茶斗茶大赛) sebagai kategori mandiri.

  • Nama:
    • “Yueyang” (岳阳) — kota di Danau Dongting.
    • “Huang Cha” (黄茶) — teh kuning.
    • “Zhuan” (砖) — bata. Menunjukkan bentuk press.
    • Juga digunakan nama komersial: “Yueyang Mingpian” (岳阳茗片 — “lembaran teh dari Yueyang”), “Huangjin Zhuan” (黄金砖 — “bata emas”).
  • Makna Budaya:

Bata kuning Yueyang diposisikan sebagai “barang antik cair koleksi” (可收藏的液态古董, kě shōucáng de yètài gǔdǒng) dan “standar penuaan teh kuning” (黄茶陈化标杆). Jika teh kuning lepas Yueyang adalah perwujudan kesegaran dan musim semi, maka bata adalah “karakter Yueyang yang sama, dilihat melalui lensa waktu”. Keberadaan dua bentuk — lepas dan press — menciptakan, dalam ungkapan para pakar teh Yueyang, “ekosistem nilai teh kuning yang utuh” (黄茶品类的完整价值生态链), di mana kesegaran dan penuaan saling melengkapi.

3. Deskripsi Botani dan Bahan Baku:

  • Varietas / Kultivar: Kultivar yang digunakan sama seperti seluruh jajaran teh kuning Yueyang: Zhu Ye Qi (槠叶齐), Bi Xiang Zao (碧香早), Huang Jin Cha (黄金茶) dan lainnya. Namun untuk bata, preferensi diberikan pada varietas berdaun besar, termasuk Tao Yuan Da Ye (桃源大叶).
  • Pemetikan: Musim semi, panas, gugur. Untuk teh press, daun yang lebih tua dan matang diperbolehkan dibandingkan teh lepas.
  • Standar Pemetikan: Umumnya satu kuncup — tiga hingga empat daun (一芽三至四叶) — jauh lebih kasar daripada teh Yueyang lepas (satu kuncup — satu daun). Daun besar yang matang mengakumulasi lebih banyak polisakarida teh (茶多糖) dan mineral, yang sangat penting bagi pembentukan tubuh seduhan dan potensi pematangan.
  • Produk Setengah Jadi Awal: Mao cha kuning kategori “huang dacha” (黄大茶 — “teh kuning berdaun besar”), yang telah melalui proses standar dengan “pematangan ganda”. Dengan demikian, bata adalah produk pengolahan ulang dari teh kuning yang sudah jadi.

4. Terroir dan Keistimewaan Penanaman:

Bahan baku untuk teh kuning press Yueyang berasal dari zona produksi yang sama dengan teh kuning lepas Yueyang: sekitar Danau Dongting, distrik Junshan, Linxiang, Pingjiang, Huarong. Tanah laterit merah dan kuning (pH 4,0–6,0), kandungan bahan organik ≥1,5%, kandungan selenium tinggi (0,82 mg/kg).

Namun untuk bata, bukan hanya terroir penanaman yang penting, tetapi juga “terroir pematangan” — lingkungan mikro di dalam blok press. Saat dipres, struktur padat terbentuk, di dalamnya tercipta iklim mikro tersendiri: suhu ~25±3°C, kelembapan ~70±5%. Kondisi inilah yang memungkinkan perkembangan Eurotium cristatum dan transformasi zat secara lambat selama penyimpanan — proses yang tidak mungkin terjadi pada teh lepas.

5. Teknologi Produksi:

Teknologi teh kuning press Yueyang adalah proses bertingkat yang menggabungkan pengolahan klasik teh kuning dengan teknik pressing dan “perkembangan bunga” yang diambil (dan disesuaikan) dari produksi fu zhuan cha (茯砖茶).

Tahap I: Produksi mao cha kuning (黄毛茶)

Proses standar “pematangan ganda” (双闷黄): pelayuan → penggongsengan → pematangan pertama → penggulungan → pematangan kedua → pengeringan. Mao cha yang sudah jadi masuk ke pengolahan sekunder.

Tahap II: Penyempurnaan (精制, jīng zhì)

Mao cha melalui tahap penyaringan (筛分, shāi fēn), pemotongan (切轧, qiē yà), pemisahan angin (风选, fēng xuǎn), pemilahan manual (拣剔, jiǎn tī), dan blending (拼堆, pīn duī). Tujuannya adalah memperoleh homogenitas, kemurnian, dan profil batch yang ditentukan.

Tahap III: “Fermentasi pelembapan bertahap” (梯次增湿发酵)

Inovasi Pabrik Teh Junshan tahun 1980-an. Mao cha yang telah disempurnakan dilembapkan dalam beberapa tahap (bertahap) untuk menciptakan kondisi bagi pertumbuhan Eurotium cristatum. Suhu dan kelembapan dikendalikan secara bertahap, dinaikkan dan diturunkan — itulah “bertahap” (梯次, tīcì). Metode ini pada dasarnya berbeda dari pelembapan “kejutan” yang diterapkan pada hei cha: proses yang lembut dan bertahap mempertahankan karakter teh kuning (kelembutan, manis, tanpa pahit) sekaligus memulai pertumbuhan “bunga emas”.

Tahap IV: Pressing (紧压定型, jǐnyā dìng xíng)

Bahan baku yang telah disiapkan dikukus (蒸茶, zhēng chá) untuk melembutkan, kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dan dipres menjadi bata atau keping pipih. Kepadatan pressing adalah parameter kritis: terlalu padat — “bunga” tidak akan tumbuh; terlalu renggang — bata akan hancur dan tidak menciptakan iklim mikro yang diinginkan.

Tahap V: “Perkembangan bunga” (发花, fā huā)

Bata yang baru dipres ditempatkan di ruang khusus dengan suhu terkendali (~28–30°C) dan kelembapan (~75–85%) selama 7–15 hari. Di dalam bata, koloni Eurotium cristatum mulai tumbuh — titik-titik bundar emas yang terlihat dengan mata telanjang saat bata dibelah. Jamur ini mengeluarkan sejumlah enzim: amilase (mengubah pati menjadi gula), oksidase (mengoksidasi polifenol secara lembut, menghilangkan astringensi kasar), selulase. Produk metabolismenya membentuk “aroma jamur-bunga” unik (菌花香, jūn huā xiāng) yang tidak ada pada teh kuning lepas. Eurotium cristatum adalah “dominan” yang kuat: kehadirannya menekan pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan, menjamin keamanan mikrobiologis produk.

Tahap VI: Pengeringan (烘干, hōng gān)

Bata dikeringkan pada suhu sedang hingga kadar air ≤8%, mengunci bentuk dan “menyegel” mikroflora di dalamnya.

6. Karakteristik Organoleptik:

  • Penampilan: Bentuk bata dengan permukaan rata, tulang rusuk yang tegas. Permukaannya padat, halus, dengan kilau keemasan bulu-bulu halus (金毫显露). Saat membelah bata, di dalamnya terlihat titik-titik emas — koloni Eurotium cristatum (“bunga emas”). Kelimpahan dan kecerahannya adalah indikator kualitas: pada grade khusus, “perkembangan bunga” lebat dan merata.
  • Aroma kering: Didominasi “aroma bunga fermentatif” (酵花香, jiào huā xiāng) — nuansa kompleks yang lahir dari metabolisme Eurotium cristatum di dalam bata teh. Selain itu — kemanisan karamel (焦糖香, jiāo táng xiāng), yang muncul selama pengeringan bertahap. Pada sampel yang lebih tua dari tiga tahun, muncul “chen xiang” (陈香) — aroma penuaan dengan nuansa buah-buahan kering dan kayu mulia.
  • Rasa: Rumusannya — “醇厚浓强” (chún hòu nóng qiáng — “lembut-kental, kaya, kuat”). Rasa ini pada dasarnya lebih “berat” dan kental daripada teh Yueyang lepas. “Kerangka” dibentuk oleh polifenol (≥30,5% — jauh lebih tinggi daripada teh lepas, ~24,7%). “Isi” — kemanisan karamel dari polisakarida (7,2%). “Kesegaran” mineral — dari elemen yang “diperas” oleh proses pressing dari endapan danau. Aftertaste panjang, dengan kemanisan “hui gan” yang jelas.
  • Warna seduhan: Kuning aprikot dalam (深杏黄) hingga amber (琥珀色) — terlihat lebih gelap dan lebih kaya daripada teh Yueyang lepas (杏黄至橙黄). Seduhan — jernih, cerah.
  • Dasar teh (daun seduh): Kuning kecokelatan (褐黄), seragam, mengkilap. Daunnya berdaging, lembut, elastis (jauh lebih besar dan lebih tebal daripada teh Yueyang lepas).

7. Komposisi Kimia:

Profil kimia bata kuning Yueyang sangat berbeda dari teh lepas karena pengaruh Eurotium cristatum dan proses pressing.

  • Polifenol: ≥30,5% dari berat kering — lebih tinggi daripada teh kuning lepas Yueyang (~24,7%). Paradoks ini disebabkan oleh fakta bahwa bahan baku berdaun besar (huang dacha) secara alami mengandung lebih banyak polifenol, dan Eurotium cristatum hanya memodifikasinya sebagian, tanpa menghancurkannya.
  • Polisakarida: 7,2% — angka yang sangat tinggi, jauh melebihi norma untuk teh lepas. Polisakarida inilah yang membentuk tubuh seduhan yang kental dan melapisi serta memberikan kemanisan karamel.
  • Produk metabolisme Eurotium cristatum: Amilase, oksidase, selulase — enzim yang terus perlahan mengubah komposisi teh selama penyimpanan. Lovastatin (lovastatin) — penghambat alami HMG-CoA reduktase, berpotensi berpartisipasi dalam regulasi metabolisme lipid. Polisakarida ekstraseluler jamur — memiliki bioaktivitas sendiri.
  • Alkaloid: Kafein — 2,5–4,5% dari berat kering (kadarnya sebanding dengan teh lepas).
  • Asam amino: Kadarnya lebih rendah dibandingkan teh lepas dari bahan baku halus (daun besar mengakumulasi lebih sedikit asam amino), tetapi cukup untuk membentuk kemanisan dan kelembutan.
  • Mineral: Peningkatan kandungan selenium, seng, kalium — cerminan geokimia tanah danau Dongting, diperkuat oleh efek “perasan mineral” saat pressing.

8. Khasiat:

  • Dukungan pencernaan: Eurotium cristatum mengeluarkan amilase dan protease yang membantu pemecahan makanan. Kandungan polisakarida yang tinggi melapisi mukosa lambung, mengurangi iritasi.
  • Regulasi metabolisme lipid: Efek gabungan: polifenol, lovastatin (produk metabolisme jamur), dan polisakarida ekstraseluler Eurotium cristatum — tiga “pilar” potensi regulasi lipid.
  • Efek antioksidan: Kandungan polifenol yang tinggi memberikan perlindungan antioksidan kuat, sebanding dengan teh hijau yang baik.
  • Regulasi kadar gula darah: Polisakarida teh dan polifenol bersama-sama memengaruhi sensitivitas insulin.
  • Dukungan mikrobiota usus: Eurotium cristatum memiliki potensi prebiotik, membantu menciptakan lingkungan usus yang menguntungkan.
  • Efek tonik ringan: Kafein yang dikombinasikan dengan asam amino memberikan kesegaran tanpa fluktuasi tajam.

9. Penyeduhan:

  • Suhu air: 95–100°C (air mendidih) — teh press memerlukan air yang lebih panas daripada teh lepas.
  • Jumlah teh: 5–7 g per 150 ml.
  • Peralatan: Gaiwan porselen (盖碗) atau teko tanah liat (紫砂壶, zǐshā hú) — dinding tebal menjaga panas yang dibutuhkan untuk membuka daun press.
  • Proses:
    1. Pisahkan jumlah yang dibutuhkan dari bata dengan pisau teh (茶刀, chá dāo) atau jarum teh (茶针, chá zhēn). Usahakan jangan meremukkan daun.
    2. Panaskan peralatan dengan air mendidih.
    3. Masukkan teh. Siraman pertama — air mendidih, 8–10 detik, buang. Ini adalah “pembangunan” (醒茶, xǐng chá) daun press.
    4. Siraman kedua — juga 8–10 detik, buang. Dua siraman pencuci menghilangkan debu pressing dan “membangunkan” daun.
    5. Siraman ketiga (siraman kerja pertama) — 10–15 detik. Seduhannya — warna aprikot-amber dalam, dengan kemanisan karamel dan nuansa bunga-jamur.
    6. Siraman berikutnya — perpanjang waktu 5–10 detik.
    7. Ketahanan — 8–12 siraman atau lebih.
    8. Perebusan (煮饮, zhǔ yǐn): Setelah siraman habis (atau sebagai gantinya), teh kuning press sangat baik direbus. 5–7 g per 500 ml air, didihkan, rebus 3–5 menit. Seduhan rebusan — kental, manis, dengan aroma penuaan yang dalam.

10. Penyimpanan:

Perbedaan mendasar dari teh kuning lepas: bata Yueyang tidak memerlukan lemari es dan membaik seiring waktu (越陈越香, yuè chén yuè xiāng — “semakin tua semakin harum”).

  • Kondisi: Ruangan kering, sejuk, gelap, berventilasi. Suhu — 20–30°C. Kelembapan — 50–70%. Tidak ada sinar matahari langsung dan bau asing.
  • Wadahi: Kertas katun atau karton; penyimpanan tanpa kemasan diperbolehkan (bata “bernapas”). Jangan gunakan kantong plastik kedap udara — “bunga emas” memerlukan pertukaran gas minimal.
  • Evolusi selama penyimpanan:
    • Segar (hingga 1 tahun): Didominasi aroma “bunga-fermentatif”. Rasa cerah, dengan sedikit astringensi.
    • 1–3 tahun: Aroma semakin dalam, muncul nuansa buah-buahan kering. Astringensi hilang, kemanisan meningkat.
    • 3–7 tahun: “Chen xiang” yang matang — aroma penuaan. Seduhan kental, seperti madu, dengan “latar” karamel. Tubuh beludru.
    • 7+ tahun: Aroma “tanaman obat” (药香, yào xiāng). Rasa sangat lembut, melapisi, dengan aftertaste hangat yang panjang.
  • Masa simpan: Tidak terbatas jika kondisi terpenuhi. Teh kuning press Yueyang adalah salah satu dari sedikit teh kuning yang memungkinkan penuaan bertahun-tahun (berpotensi berpuluh-puluh tahun).

11. Harga dan Pemalsuan:

  • Kategori Harga: Segmen menengah dan atas. Teh kuning press Yueyang umumnya lebih mahal daripada Yueyang Huang Ye lepas, tetapi lebih murah daripada Junshan Yinzhen. Sampel yang telah disimpan (5+ tahun) — segmen koleksi premium.
  • Cara menghindari pemalsuan:
    • “Bunga emas” — di dalam, bukan di luar. Eurotium cristatum asli (金花) berupa titik-titik keemasan bundar yang tumbuh di dalam bata, pada permukaan daun teh. Terlihat saat membelah. Jamur (黄曲霉) adalah “bulu” halus di permukaan bata, mudah dihapus dan ditiup.
    • Seduhan — jernih, tanpa kekeruhan. Warna aprikot-amber dalam adalah normal. Seduhan keruh, cokelat tua adalah tanda kerusakan jamur atau pelanggaran teknologi.
    • Aroma — bersih, tanpa apek. Harus berupa “aroma jamur-bunga” (菌花香) dengan nuansa karamel. Aroma asam, apek, atau “amis” adalah cacat.
    • Permukaan bata — rata, padat. Bata yang hancur, renggang menandakan kesalahan pressing, teh semacam itu tidak akan menciptakan lingkungan mikro yang tepat untuk “perkembangan bunga”.
    • Dokumentasi. Bata kuning Yueyang asli harus memiliki label yang mengkonfirmasi asalnya dari zona indikasi geografis “Yueyang Huang Cha”.

12. Fakta Menarik:

  • Teh kuning dengan “bunga” teh gelap. Yuèyáng Huáng Chá Zhuān adalah salah satu dari sangat sedikit teh di luar kategori hei cha yang secara sengaja menggunakan Eurotium cristatum. “Bunga emas” adalah “kartu nama” fu zhuan cha Hunan (茯砖茶) dan dianggap tidak dapat direproduksi di luar teh hitam. Para maestro Yueyang membuktikan bahwa Eurotium cristatum dapat “dicangkokkan” ke teh kuning — asalkan parameter ketat fermentasi bertahap dipenuhi.

  • “Barang antik cair”. Teh kuning press Yueyang adalah salah satu dari sedikit teh kuning di dunia yang dapat dikoleksi dan disimpan bertahun-tahun, seperti sheng pu’er atau teh putih tua. Dalam perdagangan, ia mendapat julukan puitis “barang antik cair” (液态古董).

  • Restorasi “Yinghu Hangao”. Para pakar teh Yueyang kontemporer menganggap teknologi teh kuning press sebagai cara untuk “memulihkan” “Yinghu Hangao” (灉湖含膏) era Tang — teh press yang pernah dianggap hilang. Proses pressing mao cha kuning yang diikuti dengan “perkembangan bunga” adalah, menurut sejarawan teh, interpretasi modern dari apa yang mungkin terjadi pada teh Tang selama penyimpanan panjang.

  • Dua bentuk — satu “ekosistem”. Para pakar teh Yueyang menekankan bahwa teh kuning lepas dan press bukanlah pesaing, melainkan “pelengkap waktu” satu sama lain: lepas untuk menikmati kesegaran, bata untuk perjalanan waktu. Bersama-sama mereka membentuk “ekosistem nilai yang utuh” dari teh kuning.

13. Perbandingan dengan Teh Lain:

  • Yueyang Huang Cha lepas (岳阳黄茶 —散茶): Produk serumpun, tetapi dari bahan baku yang lebih halus (satu kuncup — satu hingga dua daun). Aroma — “酵香” dan “嫩栗香” (fermentatif dan kastanye). Rasa — ringan, segar, “甘醇鲜爽”. Seduhan — aprikot muda. Penyimpanan — lemari es, 12–18 bulan. Perbedaan utama: tidak adanya “bunga emas” dan ketidakmampuan untuk penuaan jangka panjang.

  • Anhua Fuzhuan Cha (安化茯砖茶, Ānhuà Fúzhuān Chá): Analog teknologi terdekat berdasarkan keberadaan Eurotium cristatum. Tetapi ini adalah hei cha (teh gelap): bahan baku — mao cha hitam (grade 3), yang melalui penumpukan basah (渥堆). Rasa — lebih kasar, “lebih berat”, dengan nuansa “earthy” yang jelas. Seduhan — cokelat kemerahan. Bata kuning Yueyang — lebih lembut, lebih terang, lebih manis, dengan kesegaran “kuning” yang dipertahankan.

  • Qian Liang Cha (千两茶, Qiān Liǎng Chá): “Teh seribu liang” Hunan — teh press berbentuk pilar raksasa dari hei cha. Juga mengandung mikroflora, tetapi dengan komposisi yang berbeda (perkembangan bunga kurang terkendali). Rasa — kuat, “berasap”. Dunia stilistik yang sama sekali berbeda.

  • Teh putih tua (老白茶, Lǎo Báichá): Sebanding dalam gagasan “pematangan selama penyimpanan”, tetapi tanpa partisipasi Eurotium cristatum. Evolusi teh putih tua murni oksidatif. Bata kuning Yueyang — mikrobiologis. Profil rasa berbeda: putih tua — “madu-kurma”; bata Yueyang — “karamel-jamur”.

  • Sheng Pu’er (生普洱, Shēng Pǔ’ěr): Juga teh press yang membaik seiring usia. Tetapi sheng pu’er — secara klasifikasi, adalah teh hijau “晒青” dari bahan baku berdaun besar Yunnan, tanpa perkembangan bunga yang disengaja. Mikroflora sheng pu’er terbentuk secara spontan selama penyimpanan. Bata Yueyang — dengan Eurotium cristatum yang “terkendali”. Dunia rasa berbeda, tetapi filosofi “teh yang tumbuh dalam waktu” adalah sama.

Kesimpulan:

Bata teh kuning Yueyang adalah eksperimen berani dan sukses di perbatasan dua dunia teh. Mengambil kelembutan dan kemanisan teh kuning, lalu menggabungkannya dengan kedalaman dan perspektif waktu teh gelap, para maestro Yueyang menciptakan produk yang tidak memiliki analog langsung: teh yang dapat diminum hari ini — dan dua puluh tahun kemudian ditemukan sebagai minuman yang sama sekali baru. Bagi mereka yang menyukai gagasan “teh hidup” — teh yang terus berkembang di gudang — bata emas Yueyang akan menjadi penemuan dan pendamping jangka panjang.