home · article
Yángyán Gōu Qīng
Yángyán gōu qīng · 羊岩勾青
Yángyán Gōu Qīng adalah teh hijau unggulan dari kota Línhǎi di provinsi Zhèjiāng, salah satu wakil utama budaya teh di kawasan Tāizhōu. Teh ini diciptakan pada tahun 1984 di Gunung Yángyán dan memperoleh namanya dari dua ciri kunci: tempat asal dan bentuk daunnya yang melengkung khas (勾曲, gōuqū).
Yángyán Gōu Qīng adalah teh hijau unggulan dari kota Línhǎi di provinsi Zhèjiāng, salah satu wakil utama budaya teh di kawasan Tāizhōu. Teh ini diciptakan pada tahun 1984 di Gunung Yángyán dan memperoleh namanya dari dua ciri kunci: tempat asal dan bentuk daunnya yang melengkung khas (勾曲, gōuqū). Akademisi Chén Zōngmào (陈宗懋), presiden Institut Teh Tiongkok, memberikan penilaian tertinggi dengan menyebutnya “permata asli di antara teh-teh Tiongkok” (华茶之极品).
1. Klasifikasi dan Asal:
- Jenis: Teh hijau (绿茶, lǜchá), tidak difermentasi. Termasuk dalam teh hijau panggang (炒青绿茶, chǎoqīng lǜchá) dengan pembentukan unik “gōuqīng” (勾青, gōuqīng — “hijau melengkung”).
- Kategori: Teh terkenal regional Zhèjiāng. Produk dengan indikasi geografis yang dilindungi (中国国家地理标志产品, Zhōngguó guójiā dìlǐ biāozhì chǎnpǐn). Termasuk salah satu dari “Empat Kartu Nama Pertanian Línhǎi” (临海四大农产品名片).
- Asal: Tiongkok, Provinsi Zhèjiāng (浙江省, Zhèjiāng shěng), kota setingkat prefektur Tāizhōu (台州市, Tāizhōu shì), kota setingkat kabupaten Línhǎi (临海市, Línhǎi shì), kecamatan Hétóu (河头镇, Hétóu zhèn).
- Koordinat geografis: kira-kira 28.97° LU, 121.05° BT (Gunung Yángyán, inti wilayah produksi).
2. Sejarah dan Makna Budaya:
Sejarah:
Penciptaan Yángyán Gōu Qīng adalah kisah inovasi yang lahir dari krisis. Pada awal tahun 1980-an, industri teh Línhǎi mengalami kemerosotan parah: setelah beberapa tahun panen melimpah, penjualan anjlok pada tahun 1983, dan banyak kebun teh nyaris bangkrut. Munculnya teh terkenal baru Línhǎi pada tahun 1984 — Línhǎi Pánháo (临海蟠毫, Línhǎi Pánháo) — mengilhami para petani teh di kawasan itu untuk mencari gaya orisinal mereka sendiri.
Di perkebunan teh negara Gunung Yángyán (羊岩山茶场, Yángyán Shān Cháchǎng), yang didirikan pada tahun 1972, dibentuklah kelompok kerja untuk mengembangkan teh baru. Para teknolog menguji berbagai bentuk: datar, jarum, spiral, dan melengkung. Berdasarkan hasil pencicipan buta, teh dengan lengkungan “seperti kait” (勾曲, gōuqū) yang khas, yang dihasilkan dari satu pucuk dengan satu atau dua daun varietas populasi lokal, keluar sebagai pemenang. Teknologinya terinspirasi oleh pengolahan Pánháo, tetapi dimodifikasi secara substansial. Direktur perkebunan saat itu, Zhū Lìhuá (朱立华, Zhū Lìhuá), menamai teh itu “Gōu Qīng” (勾青) — “hijau melengkung”.
Jalan menuju pengakuan berlangsung cepat: pada tahun 1997, Yángyán Gōu Qīng memperoleh status teh unggulan buatan mesin kelas satu Provinsi Zhèjiāng (浙江省一类机制名优茶). Pada tahun 1998 — medali emas sebagai produk pertanian terbaik Provinsi Zhèjiāng (浙江省首批优质农产品金奖). Dalam kurun 1999 hingga 2012, teh ini meraih 18 penghargaan emas di kompetisi internasional dan nasional, termasuk Penghargaan Emas Internasional di Pameran Internasional Amerika dan medali emas di Pameran Pangan Tiongkok-Korea.
Pada tahun 2003, produk ini mendapatkan sertifikasi “Produk Hijau Tiongkok” (中国绿色产品认证) dan status “Merek Dagang Terkenal Provinsi Zhèjiāng” (浙江省著名商标). Pada tahun 2010, perkebunan ini memperoleh sertifikasi mutu internasional ISO 9001 dan ISO 22000. Pada tahun 2020, nilai merek “Yángyán Gōu Qīng” telah melampaui 200 juta yuan.
Nama:
- Yángyán (羊岩, Yángyán) — secara harfiah “Tebing Domba” — nama gunung (ketinggian 786 m), yang di puncaknya terletak inti perkebunan teh.
- Gōu (勾, gōu) — “kait”, “lengkungan” — menggambarkan bentuk melengkung khas daun jadi.
- Qīng (青, qīng) — “hijau”, “kehijauan” — menunjukkan keanggotaan dalam keluarga teh hijau.
Makna budaya:
Línhǎi adalah salah satu kota bersejarah dan budaya nasional Tiongkok (国家历史文化名城). Tradisi minum teh di kawasan Tāizhōu memiliki sejarah panjang, dan Yángyán Gōu Qīng menjadi andalan modernnya. “Festival Budaya Teh dan Pariwisata Gunung Yángyán Línhǎi” (临海羊岩山茶文化旅游节) tahunan diselenggarakan sejak tahun 2010 dan menarik ribuan peserta. Area perkebunan teh dikembangkan sebagai “Taman Budaya Teh Gunung Yángyán” (羊岩山茶文化园), yang menggabungkan produksi, pariwisata, dan pendidikan. Línhǎi menyandang gelar “Tanah Kelahiran Teh Terkenal Tiongkok” (中国名茶之乡). Pada tahun 2021, stasiun pelayanan Perkumpulan Teh Tiongkok (中国茶叶学会临海服务站) dibuka di sini — sebagai tanda pengakuan atas potensi ilmiah dan produktif kawasan ini.
3. Deskripsi Botani dan Bahan Baku:
- Spesies: Camellia sinensis var. sinensis.
- Varietas / Kultivar: Kultivar utama (sekitar 70% penanaman) — varietas populasi lokal (本地群体种, běndì qúntǐ zhǒng), juga disebut “varietas populasi yang diperbanyak secara seksual” (有性群体种, yǒuxìng qúntǐ zhǒng). Ini adalah populasi yang beragam secara genetik, beradaptasi dengan terroir setempat selama puluhan tahun. Kultivar tambahan: Fúdǐng Dà Bái Chá (福鼎大白茶, Fúdǐng Dà Bái Chá) dan Yíngshuāng (迎霜, Yíngshuāng) — varietas genjah yang digunakan untuk panen awal dan produksi lini elit “Yánsǔn” (岩笋, Yánsǔn — “rebung batu”).
- Panen: Panen musim semi adalah yang paling bernilai. Kandungan asam amino bebas pada daun musim semi mencapai ≥4,6%, yang jauh lebih tinggi dari rata-rata untuk teh hijau.
- Standar pemetikan: Untuk tingkat elit “Jīngpǐn” (精品级) — kuncup tunggal secara eksklusif (单芽, dānyá), proporsi kuncup utuh ≥95%. Untuk “Tèyōu” (特优级) — satu kuncup dengan satu daun yang mulai membuka (一芽一叶初展). Untuk kelas satu (一级) — satu kuncup dengan dua daun. Untuk memproduksi 500 g teh elit diperlukan sekitar 30.000 kuncup.
4. Terroir dan Keunikan Budidaya:
- Ketinggian tumbuh: Inti perkebunan — puncak dan lereng atas Gunung Yángyán, 786 m di atas permukaan laut. Wilayah produksi keseluruhan mencakup seluruh Kecamatan Hétóu. Luas inti — 5000 mu (~333 ha), zona koperasi — tambahan 4000 mu.
- Iklim: Zona monsun subtropis utara dengan pengaruh laut yang nyata (北亚热带海洋性气候). Suhu rata-rata tahunan — 17,1°C. Kelembaban relatif — ≥80% sepanjang tahun. Jumlah hari berkabut — lebih dari 200 per tahun. Perbedaan suhu siang dan malam yang signifikan mendukung akumulasi asam amino dan senyawa aroma secara intensif.
- Tanah: Tanah merah-kuning (红黄壤, hóng huáng rǎng), horizon subur yang dalam. pH 4,6–6,5 — tingkat keasaman optimal untuk perdu teh. Kandungan bahan organik ≥3%. Persentase hutan di wilayah tersebut — 74%, yang menjamin kemurnian udara dan keanekaragaman hayati.
- Ekologi: Inti wilayah produksi adalah kawasan perlindungan sumber air (水源保护区). Penggunaan pupuk kimia dan pestisida sepenuhnya dilarang. Sekitar 40% perdu teh di puncak gunung adalah pohon tua berusia 30+ tahun, dikelilingi oleh hutan peninggalan.
5. Teknologi Produksi:
Teknologi Yángyán Gōu Qīng adalah modifikasi penulis dari teh hijau panggang dengan penekanan pada pembentukan karakteristik melengkung yang unik dan pengawetan aroma yang tinggi dan bertahan lama. Ciri khas utamanya — penggunaan peralatan dari bambu dan kayu secara eksklusif (竹木器具, zhúmù qìjù) di semua tahap untuk menghindari kontak daun dengan logam dan oksidasi yang tidak diinginkan. Prinsip “pengeringan suhu rendah berkepanjangan” (低温长烘, dīwēn cháng hōng) memastikan fiksasi aroma segar.
- Penghamparan dan pelayuan (摊放, tānfàng): Daun yang baru dipetik dihamparkan dalam lapisan tipis selama 4–12 jam. Kelembapan menguap sebagian, transformasi aroma awal dimulai.
- Fiksasi (杀青, shāqīng): Pemanggangan dalam drum berputar (滚筒, gǔntǒng) pada suhu ~200°C selama 1–2,5 menit. Menghentikan oksidasi enzimatik dan meletakkan kerangka aroma.
- Penggulungan (揉捻, róuniǎn): Tekanan ringan, 5–15 menit. Membuka cairan sel dan menciptakan prasyarat untuk pembentukan tubuh rasa.
- Pengeringan awal (初烘, chū hōng): Suhu 100–130°C. Fiksasi bentuk dan penghilangan sebagian kelembapan.
- Pembentukan — penciptaan lengkungan (造型/勾曲机, zàoxíng / gōuqū jī): Tahap khas penulis yang kunci. Daun diproses dalam mesin pembentuk khusus selama 30–60 menit, memperoleh bentuk “seperti kait” yang khas — padat, kompak, dengan lengkungan yang tegas. Tahap inilah yang memberi nama pada teh ini.
- Pengeringan ulang (复烘, fù hōng): Suhu 110–120°C. Pencapaian kelembapan stabil dan fiksasi aroma final.
- Sortasi dan pengayakan (整理筛分, zhěnglǐ shāifēn): Penghilangan debu, daun patah, dan fraksi yang tidak berbentuk. Produk jadi diklasifikasikan berdasarkan tingkat.
6. Karakteristik Organoleptik:
- Penampilan daun kering: Bentuk melengkung khas (勾曲, gōuqū) — “kait” yang kompak, tergulung rapat. Warna — hijau pekat dengan kilau berminyak (绿润, lǜrùn). Pada tingkat elit, terlihat bulu putih (显毫, xiǎn háo). Setelah pengolahan lanjutan (精制, jīngzhì), daun memperoleh penampilan granular. Teh terlihat rapi dan seragam.
- Aroma daun kering: Aroma kastanye yang cerah (栗香, lìxiāng) — aroma utama teh, bertahan dan tinggi. Pada tingkat elit, kastanye terasa tajam, menusuk (栗香高锐, lìxiāng gāo ruì). Selain itu muncul nada bunga yang bersih (花香, huāxiāng) dan sentuhan buah yang lembut, terutama pada varietas “Chūnyǔ Èrhào” (春雨二号, Chūnyǔ Èrhào).
- Aroma seduhan: Tinggi, bertahan, dan berkepanjangan (香高持久, xiāng gāo chíjiǔ). Dominasi kastanye diperkaya oleh nada bunga yang segar. Aroma tidak luntur selama 6–8 penyeduhan.
- Rasa: Chúnshuǎng (醇爽, chúnshuǎng) — “penuh dan menyegarkan” — karakteristik sentral. Keseimbangan: tubuh dengan kepadatan sedang, tidak terlalu ringan maupun berat. Kesegaran yang nyata (鲜爽, xiānshuǎng) berkat kandungan asam amino yang tinggi. Manis seperti gula tebu (甘醇, gānchún). Kemanisan balik yang panjang (回甘绵长, huígān miáncháng). Pahit dan sepat minimal.
- Warna seduhan: Bening dan cerah (清澈明亮, qīngchè míngliàng) — untuk tingkat elit hijau lembut (嫩绿); untuk kelas satu — hijau kekuningan dengan kejernihan yang nyata.
- Dasar teh (叶底, yèdǐ): Daun lembut, terangkai dalam roset yang rapi (细嫩成朵, xìnèn chéng duǒ), hijau, hidup, berkilau (绿润鲜活, lǜrùn xiānhuó).
7. Komposisi Kimia:
Profil kimia Yángyán Gōu Qīng mencerminkan keseimbangan yang menguntungkan dari terroir subtropis: kelembapan tinggi, kabut melimpah, dan fluktuasi suhu yang signifikan.
- Polifenol (茶多酚, chá duōfēn): Efektivitas antioksidan katekin Yángyán Gōu Qīng — 18 kali lebih tinggi daripada vitamin E (menurut data produsen, mengacu pada sifat umum katekin teh). Kandungan — tipikal untuk teh hijau berkualitas (22–28% dari berat kering). Katekin, terutama EGCG, memainkan peran kunci dalam membentuk komponen astringen rasa dan aktivitas antioksidan.
- Asam amino (氨基酸, ānjīsuān): Peningkatan kandungan adalah salah satu ciri khas teh ini. Pada panen musim semi — ≥4,6% dari berat kering. L-theanine bertanggung jawab atas karakter umami yang nyata, rasa manis, dan efek menenangkan.
- Alkaloid: Kafein (咖啡碱) dalam konsentrasi standar untuk teh hijau (~2,5–3,5%). Memberikan efek tonik, yang dilembutkan oleh keberadaan L-theanine.
- Fluor (氟, fú): Kandungan — sekitar 15 mg/100 g, yang memberikan efek pencegahan karies yang nyata: menghambat aktivitas bakteri kariogenik sekitar 90% (menurut data produsen).
- Vitamin: Vitamin C, vitamin B, karotenoid.
- Mineral: Kalium, seng, mangan, besi, magnesium, selenium.
- Klorofil dan pigmen: Kandungan klorofil yang tinggi — hasil dari kabut melimpah dan cahaya tersebar — menentukan warna hijau pekat pada seduhan dan daun.
- Zat ekstraktif larut air: ≥45% untuk tingkat elit — indikator konsentrasi tinggi komponen rasa.
8. Khasiat Bermanfaat:
- Perlindungan antioksidan kuat: Katekin, terutama EGCG, secara efektif menetralkan radikal bebas, memperlambat penuaan sel dan stres oksidatif.
- Penguatan gigi dan pencegahan karies: Kandungan fluor yang tinggi dan aksi antibakteri polifenol menciptakan perlindungan ganda untuk enamel gigi.
- Dukungan metabolisme lipid: Katekin mempercepat pemecahan lemak. Menurut data produsen, kecepatan metabolisme lemak dengan konsumsi rutin Yángyán Gōu Qīng 30% lebih tinggi dibandingkan dengan teh hijau biasa.
- Efek tonik dan konsentratif: Interaksi seimbang antara kafein dan L-theanine memberikan tonus yang lembut, tahan lama, serta peningkatan fungsi kognitif tanpa kecemasan.
- Dukungan sistem kardiovaskular: Polifenol berkontribusi pada normalisasi kadar kolesterol dan pemeliharaan elastisitas pembuluh darah.
- Peningkatan pencernaan: Stimulasi sekresi cairan lambung, mempermudah pencernaan makanan berlemak. Sangat bermanfaat setelah makan.
- Efek anti-inflamasi: Katekin menunjukkan aktivitas anti-inflamasi moderat dalam studi in vitro.
Catatan: teh bukanlah obat. Jika memiliki penyakit, disarankan untuk berkonsultasi dengan spesialis.
9. Penyeduhan:
- Suhu air: 80–85°C. Sangat tidak disarankan menggunakan air mendidih (>85°C) — ini menyebabkan seduhan menguning, kehilangan aroma lembut, dan rusaknya vitamin C.
- Jumlah teh: 3 g per 150 ml (gelas kaca, metode “penuangan atas”); 5–7 g per gaiwan 100–120 ml (gongfu).
- Air: Lunak, mineralisasi rendah. Air lunak menonjolkan rasa manis dan kesegaran asam amino.
- Alat: Gelas kaca — untuk kenikmatan visual dan minum teh sehari-hari. Gaiwan (盖碗) atau poci porselen — untuk gaya gongfu.
Proses (gelas kaca, shàngtóufǎ / 上投法):
- Panaskan gelas dengan air panas, tiriskan.
- Tuang air (80–85°C) hingga 7/10 volume.
- Masukkan daun teh (3 g) dengan hati-hati ke permukaan air.
- Tunggu 2–3 menit, amati pembukaan daun.
- Minum tanpa menghabiskan seluruhnya — bila tersisa sekitar 1/3, tambahkan air.
Proses (gaiwan, gongfu):
- Panaskan gaiwan.
- Tuang 5–7 g teh.
- Bilasan awal: 5 detik, tiriskan.
- Seduhan pertama: 30 detik.
- Seduhan berikutnya: tambahkan 5–10 detik.
- Teh ini dapat bertahan 6–8 kali seduhan, mempertahankan rasa dan aroma.
Catatan penting:
- Teh segar disarankan untuk didiamkan 15 hari di tempat gelap untuk “menghilangkan api” (褪火气, tuì huǒqì) sebelum dikonsumsi.
- Setelah kemasan dibuka — konsumsi dalam 72 jam untuk pemeliharaan aroma maksimal (atau simpan secara hermetis di kulkas).
- Jangan minum saat perut kosong — tanin dapat mengiritasi mukosa lambung. Optimal — satu jam setelah makan.
10. Penyimpanan:
- Suhu: Di dalam kulkas (0–5°C) dengan penyegelan ketat — cara optimal untuk teh hijau.
- Wadah: Kantong vakum berlapis foil, wadah tin atau keramik dengan tutup rapat. Kontak dengan udara adalah musuh utama kesegaran.
- Musuh: Cahaya (radiasi UV), kelembapan, suhu tinggi, aroma asing.
- Masa simpan: Paling ekspresif dalam 6–12 bulan pertama. Berkat struktur daun yang padat dan teknologi pembentukan, Yángyán Gōu Qīng memiliki ketahanan penyimpanan yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau yang lebih lembut (disebut oleh produsen sebagai “耐贮藏”, nài zhùcáng — “tahan simpan”).
- Seduhan semalam (隔夜, géyè) tidak disarankan untuk dikonsumsi.
11. Harga dan Pemalsuan:
Kisaran harga: Segmen menengah dan menengah-atas. Teh ini diterbitkan dalam sembilan tingkat:
- Yánsǔn (岩笋): Lini elit dari kuncup tunggal varietas Yíngshuāng — yang paling mahal.
- Jīngpǐn (精品级): Kuncup utuh ≥95%, aroma kastanye tinggi dan tajam. Harga — mulai dari 600 yuan per jīn (500 g) ke atas.
- Tèyōu (特优级): Satu kuncup dengan satu daun yang mulai membuka, seduhan hijau lembut.
- Kelas satu (一级): Satu kuncup dengan dua daun, aroma bersih, harga lebih terjangkau.
- Tingkat massal (kelas A, tipe kantor): Harga 200–500 yuan per jīn. Sangat cocok untuk konsumsi harian.
Cara menghindari pemalsuan:
- Bentuk daun: Yángyán Gōu Qīng asli memiliki lengkungan “seperti kait” yang dapat dikenali, struktur padat, dan gulungan yang seragam. Palsuan seringkali longgar, tidak seragam bentuknya.
- Aroma: Aroma kastanye yang bertahan dengan nada bunga. Aroma yang cepat hilang atau “datar” adalah tanda produk berkualitas rendah.
- Seduhan: Bening, cerah, hijau kekuningan. Seduhan keruh atau kusam menunjukkan bahan baku tua atau pelanggaran teknologi.
- Ketahanan penyeduhan: Teh asli bertahan 6–8 kali seduhan tanpa kehilangan rasa. Palsuan “habis” setelah 2–3 kali.
- Periksa sertifikasi: Produk dengan indikasi geografis harus memiliki penandaan yang sesuai. Belilah dari dealer resmi Perkebunan Teh Yángyán.
12. Fakta Menarik:
- Dari krisis — menjadi elite. Yángyán Gōu Qīng lahir secara harfiah dari krisis ekonomi: jatuhnya pasar teh pada tahun 1983 mendorong petani teh Línhǎi untuk menciptakan produk baru yang unik. Dalam 36 tahun, ia menempuh jalan dari sampel eksperimental menjadi merek bernilai lebih dari 200 juta yuan.
- “Kait” sebagai merek dagang. Nama “Gōu Qīng” dipilih karena penampilannya — daun melengkung menyerupai mata kail. Bentuk ini tidak hanya estetis — bentuk ini memberikan kepadatan penyimpanan dan ekstraksi yang lambat saat penyeduhan, yang menjelaskan ketahanan teh yang luar biasa terhadap penyeduhan berulang.
- 30.000 kuncup per cangkir. Untuk memproduksi 500 gram tingkat elit “Jīngpǐn” diperlukan pemetikan manual sekitar 30.000 kuncup tunggal — lebih dari 60 kuncup untuk setiap gram teh kering.
- Hutan peninggalan di puncak. 40% perdu teh di area inti adalah pohon berusia lebih dari 30 tahun, tumbuh dikelilingi oleh hutan pegunungan primer. Zona ini merupakan kawasan perlindungan sumber air, menjadikannya salah satu kebun teh paling ekologis di Zhèjiāng.
- Seperti Lóngjǐng, tetapi lebih enak? Produsen dan beberapa pencicip mengklaim bahwa rasa Yángyán Gōu Qīng “tidak kalah dengan Lóngjǐng” (味道尤甚龙井). Tentu saja, ini penilaian subjektif, tetapi pujian tertinggi dari akademisi Chén Zōngmào adalah tanda kualitas objektif.
13. Perbandingan dengan Teh Hijau Lainnya:
- Línhǎi Pánháo (临海蟠毫, Línhǎi Pánháo): “Kakak” dari kawasan yang sama — teh yang menginspirasi penciptaan Gōu Qīng. Pánháo memiliki bentuk spiral (蟠, pán — “berliku”), aroma bunga yang lebih nyata, dan tubuh yang lebih ringan. Gōu Qīng lebih padat, dengan penekanan pada kastanye dan ketahanan penyeduhan.
- Xīhú Lóngjǐng (西湖龙井, Xīhú Lóngjǐng): Bentuk datar vs. melengkung. Lóngjǐng — kacang-bunga, dengan kesegaran khas dan ringan. Gōu Qīng — kastanye, lebih berbobot, dengan kemanisan balik yang berkepanjangan dan ketahanan penyeduhan yang lebih besar. Gaya yang berbeda, masing-masing sempurna dengan caranya sendiri.
- Ānjí Bái Chá (安吉白茶, Ānjí Bái Chá): Juga teh hijau Zhèjiāng dengan kandungan asam amino tinggi, tetapi dengan karakter yang secara fundamental berbeda: Ānjí — lembut, sangat ringan, dengan dominasi umami dan hampir tanpa kastanye. Gōu Qīng — lebih terstruktur, lebih aromatik, dengan nada “panggang” yang nyata.
- Tiāntái Shān Yúnwù (天台山云雾, Tiāntái Shān Yúnwù): Teh tetangga dari Tāizhōu, juga gunung dan berkabut. Teh kabut awan lebih lembut dan berumput, Gōu Qīng — lebih padat dan “lebih kuat” karakternya.
Kesimpulan:
Yángyán Gōu Qīng adalah teh dengan sejarah penemuan dan semangat untuk mengatasi hambatan. Lahir dari krisis industri teh tahun 1980-an, dalam empat dekade ia telah berubah menjadi merek yang diakui secara nasional dengan bentuk unik, aroma kastanye yang bertahan, dan ketahanan yang mengagumkan terhadap penyeduhan berulang. Bagi mereka yang menyukai teh hijau dengan tubuh padat, aroma bersih, dan rasa akhir yang panjang dan berkembang perlahan, Yángyán Gōu Qīng adalah penemuan yang mampu menggeser bahkan teh klasik Zhèjiāng yang sudah mapan di dalam cangkir.