new.thetea.app · sampling channel Encyclopedia · School · Atlas · Pu-erh · Equipment EN · RU · · · · FR · ES · AR · DE · JA · KO
+61 more
new.thetea.app Browse all →

home · article

Xiangyuan Wu Ya

Xiàngyuán wù yá · 象园雾芽

Xiangyuan Wu Ya adalah teh hijau pegunungan tinggi dari Kabupaten Zhen'an, Provinsi Shaanxi, yang dikenal sebagai "teh pegunungan paling utara di Tiongkok". Ciri khas teh ini adalah aroma kastanye yang dalam, yang dihasilkan dari kebun teh yang berdekatan dengan hutan kastanye, serta aftertaste manis yang panjang.

Xiangyuan Wu Ya adalah teh hijau pegunungan tinggi dari Kabupaten Zhen’an, Provinsi Shaanxi, yang dikenal sebagai “teh pegunungan paling utara di Tiongkok”. Ciri khas teh ini adalah aroma kastanye yang dalam, yang dihasilkan dari kebun teh yang berdekatan dengan hutan kastanye, serta aftertaste manis yang panjang. Pada tahun 2013, teh ini memperoleh status produk indikasi geografis nasional (国家地理标志产品, Guójiā Dìlǐ Biāozhì Chǎnpǐn).

1. Klasifikasi dan Asal:

  • Jenis: Teh hijau (绿茶, lǜchá), non-fermentasi.
  • Kategori: Teh hijau regional Tiongkok; produk indikasi geografis nasional.
  • Asal: Tiongkok, Provinsi Shaanxi (陕西, Shǎnxī), Kabupaten Zhen’an (镇安县, Zhèn’ān Xiàn), Kota Shangluo (商洛市, Shāngluò Shì). Pusat produksi adalah Desa Xiangyuan (象园村, Xiàngyuán Cūn) di Kecamatan Daren (达仁镇, Dárén Zhèn), serta Kecamatan Chaiping (柴坪镇, Cháipíng Zhèn) dan Shizikou (狮子口, Shīzikǒu).
  • Koordinat geografis: 33°07′–33°42′ LU, 109°–110° BT. Lereng selatan Pegunungan Qinling (秦岭, Qínlǐng).

2. Sejarah dan Signifikansi Budaya:

  • Sejarah: Sejarah teh di Kabupaten Zhen’an berakar jauh ke masa lampau: di daerah Miaogou (庙沟) ditemukan pohon teh liar berusia lebih dari 500 tahun, dan wilayah kuno Liangzhou (梁州) dan Jinzhou (金州) termasuk dalam salah satu dari delapan daerah teh yang ditetapkan oleh “santo teh” Lu Yu (陆羽, Lù Yǔ) dalam “Kanon Teh” (《茶经》, Chájīng) era Dinasti Tang.

    Sejarah terdokumentasi dimulai pada tahun 1644 (tahun pertama pemerintahan Kaisar Shunzhi, 顺治, Dinasti Qing). Menurut “Kronik Kabupaten Zhen’an” (《镇安县志》, Zhèn’ān Xiàn Zhì), seorang pendatang dari Provinsi Anhui bernama Liu Zhengmin (刘正民, Liú Zhèngmín), yang berasal dari Kota Hezhou (和州, Hézhōu) daerah Pengcheng (彭城镇), membawa serta benih teh dan menanamnya di Lembah Xiangyuangou (象园沟). Tanaman itu tumbuh pada tahun berikutnya, menghasilkan empat semak, dan dalam beberapa tahun area tanam mencapai 15 mu (sekitar 1 hektar).

    Pada tahun 1927 (tahun ke-16 Republik), seorang pedagang teh dari Kabupaten Ziyang (紫阳, Zǐyáng) bernama Peng Chuanqing (彭传清, Péng Chuánqīng), saat melintasi Xiangyuan, tertarik pada semak teh yang subur dan mengajari penduduk setempat teknik pengolahan daun. Selanjutnya Peng pindah ke Shizikou (sekarang Desa Xinfeng, 新丰村), yang menjadi awal produksi skala besar.

    Pada akhir abad ke-20, seorang master pemanggangan teh dari Kabupaten Liyang (溧阳, Lìyáng), Provinsi Jiangsu, yang terpesona oleh pemandangan — gunung hijau, aliran sungai jernih, dan awan yang konstan — memberi teh ini nama puitis “Xiangyuan Wu Ya” (象园雾芽, “Tunas Berkabut Taman Gajah”).

    Sejak tahun 2000, merek ini dikonsolidasikan sebagai merek dagang tunggal kabupaten. Pada tahun 2012, teh “Xiangyuan Wu Ya” dengan merek “Lixiangyuan” (栗乡缘) dianugerahi gelar salah satu dari sepuluh teh terbaik Provinsi Shaanxi (陕西十大名茶) dan status “Produk Terkenal Shaanxi” (陕西省名牌产品). Pada tahun 2013, dianugerahi status produk indikasi geografis nasional. Pada tahun 2024, area kebun teh Zhen’an mencapai 117.500 mu (~7.830 ha), volume teh kering tahunan 1.280 ton, nilai produksi 280 juta yuan; industri ini menyediakan lapangan kerja bagi 14.000 orang.

  • Nama: Xiangyuan (象园) — “Taman Gajah”, toponim desa asal teh. Wu (雾) — “kabut”, merujuk pada awan konstan yang menyelimuti perkebunan dataran tinggi. Ya (芽) — “tunas”, menunjukkan bahan baku lembut kualitas tertinggi. Nama lengkap diterjemahkan sebagai “Tunas Berkabut dari Xiangyuan”.

  • Signifikansi budaya: Zhen’an dikenal sebagai “kampung halaman kastanye” (板栗之乡, Bǎnlì zhī Xiāng), dan kedekatan hutan kastanye dengan kebun teh memberikan aroma kastanye yang unik pada teh. Xiangyuan Wu Ya telah menjadi simbol kabupaten dan kartu nama industri teh Shaanxi selatan. Teknik tradisional “pemadatan teh dengan palu kayu” (木槌筑茶, mùchuí zhù chá) termasuk dalam daftar warisan budaya takbenda.

3. Deskripsi Botani dan Bahan Baku:

  • Varietas / Kultivar: Basis tanam adalah populasi kelompok lokal (本地群体种, běndì qúntǐ zhǒng), yang memiliki ketahanan dingin tinggi — kualitas penting untuk wilayah teh paling utara Tiongkok. Kultivar tambahan adalah Anhui Zhuyezhong (安徽槠叶种, Ānhuī Zhūyè Zhǒng), yang didatangkan dari Provinsi Anhui. Tanaman termasuk dalam Camellia sinensis var. sinensis, bentuk semak, jenis daun kecil.
  • Pemetikan: Pemetikan musim semi, terutama sebelum Festival Qingming (清明, Qīngmíng) untuk kelas tertinggi dan sebelum Guyu (谷雨, Gǔyǔ) untuk kelas menengah. Berlaku standar “lima larangan” (五不采, wǔ bù cǎi): tidak memetik daun saat hujan, berembun, rusak, berwarna ungu, dan tidak seragam.
  • Standar pemetikan: Kelas tertinggi — satu tunas (单芽, dānyá), tidak lebih panjang dari 2 cm; kelas satu — satu tunas dengan satu daun mulai terbuka (一芽一叶初展, yī yá yī yè chū zhǎn); kelas dua — satu tunas dengan dua daun (一芽二叶, yī yá èr yè). Berat 100 tunas dengan satu daun sekitar 45 g.
  • Persyaratan bahan baku: Bahan baku muda, seragam tanpa daun dan batang kasar, tanpa kerusakan mekanis dan bau asing. Pohon tua (berusia lebih dari 30 tahun) terkonsentrasi di Desa Xiangyuan.

4. Terroir dan Keunikan Budidaya:

  • Relief dan wilayah: Perkebunan terletak di lereng selatan Pegunungan Qinling — penghalang iklim alami antara Tiongkok Utara dan Selatan. Wilayah produksi mencakup seluruh Kabupaten Zhen’an. Inti produksi adalah lahan pegunungan di atas 800 m dpl di Kecamatan Daren, Chaiping, dan Shizikou, yang sepanjang tahun diselimuti awan dan dialiri mata air hulu Sungai Danjiang (丹江, Dānjiāng).

  • Ketinggian tumbuh: 800–1.500 m di atas permukaan laut.

  • Iklim: Suhu rata-rata tahunan ~14,5 °C. Perbedaan suhu harian melebihi 8 °C, yang memperlambat pertumbuhan tunas dan mendorong akumulasi asam amino dan zat aromatik. Curah hujan tahunan 735–1.000 mm. Proporsi cahaya tersebar yang tinggi (短波蓝紫红光) merangsang fotosintesis dan akumulasi senyawa nitrogen. Kandungan asam amino dalam teh musim semi ≥ 3,0%.

  • Tanah: Tanah hutan coklat kekuningan (黄棕壤, huáng zōng rǎng), pH 5,79–6,21, kandungan bahan organik > 1,0%, diperkaya secara alami dengan seng dan selenium. Tutupan hutan wilayah ini 65,1%, bebas polutan industri; konsentrasi ion udara negatif 50 kali lebih tinggi dari norma perkotaan. Kebun teh telah memperoleh sertifikasi organik Eropa.

5. Teknologi Produksi:

Xiangyuan Wu Ya diproduksi dengan teknologi teh hijau berkualitas tinggi dengan pembentukan manual. Tugas utama adalah memfiksasi klorofil dan menghentikan oksidasi enzimatik, mempertahankan warna hijau segar daun dan kandungan asam amino maksimal.

  • Pelayuan (摊放 — tānfàng): Daun segar ditebarkan dalam lapisan tipis di ruangan berventilasi tidak lebih dari 6 jam. Selama waktu ini, daun kehilangan sebagian kelembaban, menjadi lebih lentur, dan senyawa aromatik awal mulai berkembang dalam bahan baku.

  • Fiksasi hijau (杀青 — shāqīng): Dilakukan dalam wajan besi tuang (铁锅, tiěguō) di atas api kayu pada suhu 200–220 °C. Pemanasan kayu memberikan panas yang lembut dan merata, membentuk aroma kastanye yang khas. Pekerjaan manual master memungkinkan kontrol tingkat pemanasan setiap batch.

  • Penggulungan (揉捻 — róuniǎn): Dilakukan dengan prinsip gradien “ringan → kuat → ringan” (轻-重-轻梯度). Tekanan awal ringan membuka cairan sel tanpa merusak tunas; fase kuat membentuk struktur padat; penggulungan ringan akhir meratakan bentuk.

  • Pembentukan (做形 — zuòxíng): Tahap kunci yang menentukan penampilan teh jadi. Dilakukan secara manual dengan dua cara: pengepresan untuk menciptakan bentuk pipih lurus (手工压扁, shǒugōng yā biǎn) — mirip dengan Longjing; atau penggulungan spiral (搓螺, cuō luó) — mirip dengan Biluochun. Kedua gaya adalah ciri khas Xiangyuan Wu Ya.

  • Pengeringan (烘干 — hōnggān): Dua tahap: pengeringan awal pada 100 °C untuk menstabilkan bentuk dan menghilangkan kelembaban utama, kemudian pengeringan akhir pada 60 °C untuk mencapai kelembaban stabil dan mengunci aroma.

  • Penyortiran dan pemilihan (筛分拣剔 — shāifēn jiǎntī): Teh jadi diayak berdasarkan fraksi dan secara manual dibuang batang, daun kuning, dan fragmen yang tidak sesuai standar.

  • Keunikan teknologi: Mematuhi standar “lima larangan pemetikan” (五不采). Menerapkan teknik warisan takbenda — pemadatan dengan palu kayu (木槌筑茶). Produk telah memperoleh sertifikasi sesuai standar UE untuk produksi organik, serta QS dan ISO-9001.

6. Karakteristik Organoleptik:

  • Penampilan daun kering: Dua gaya khas — pipih lurus (扁平挺直, biǎnpíng tǐngzhí), mengingatkan pada Longjing, dan spiral (蜷曲似螺, quánqū sì luó), mengingatkan pada Biluochun. Warna daun kering hijau tua dengan bulu halus tersembunyi (墨绿隐毫, mòlǜ yǐn háo). Daun rata, padat, tanpa remah dan batang.

  • Aroma daun kering: Aroma kastanye yang kaya (栗香, lìxiāng) — ciri khas yang disebabkan oleh kedekatan hutan kastanye dan kekhususan pemanggangan kayu. Di latar belakang — kesegaran hijau murni (清香, qīngxiāng).

  • Aroma seduhan: Aroma kastanye yang intens terungkap sejak detik pertama penyeduhan, secara bertahap dilengkapi dengan nada kacang panggang, hijauan segar, dan sedikit floral. Aroma stabil, bertahan hingga seduhan terakhir.

  • Rasa: Manis (甘, gān) adalah karakteristik utama — terasa sejak tegukan pertama dan meningkat di aftertaste. Badan seduhan lembut dan penuh (醇厚, chúnhòu), tanpa kepahitan dan astringensi yang menonjol. Aftertaste panjang dan menyegarkan, dengan kembali manis yang jelas (回甘, huígān) dan produksi air liur aktif (生津, shēngjīn).

  • Warna seduhan: Bening, kuning kehijauan jernih (清澈黄亮, qīngchè huáng liàng).

  • Dasar teh (daun terseduh): Daun hijau muda, rata, seragam, hidup dan segar, terbuka sebagai “buket” utuh (嫩绿匀整、鲜活成朵).

7. Komposisi Kimia:

Xiangyuan Wu Ya memiliki kandungan zat aktif biologis yang lebih tinggi, yang terkait dengan terroir pegunungan tinggi dan pertumbuhan tunas yang lambat dalam kondisi perbedaan suhu harian yang signifikan.

  • Polifenol (polifenol teh, 茶多酚): Kandungan mencapai ~28%, jauh di atas rata-rata teh hijau (~20%). Kelompok utama adalah katekin, termasuk epigallocatechin-3-gallate (EGCG), yang memiliki aktivitas antioksidan kuat.
  • Asam amino: Kandungan dalam teh musim semi ≥ 3,0%, termasuk L-theanine — komponen kunci yang bertanggung jawab atas manis, nada mirip umami, dan efek relaksasi.
  • Ekstrak air (水浸出物): ≥ 45% — 15 poin persentase di atas standar nasional, yang memberikan badan seduhan yang padat, kaya, dan ketahanan terhadap penyeduhan berulang.
  • Alkaloid: Kafein (~2–4% dari berat kering), teobromin, teofilin — bertanggung jawab atas efek tonik.
  • Elemen mineral: Pengayaan alami dengan seng dan selenium, karena komposisi tanah setempat. Selenium berperan dalam pertahanan antioksidan sel, seng mendukung fungsi kekebalan.
  • Vitamin: Vitamin C (dalam bahan baku segar), vitamin kelompok B, vitamin K.
  • Minyak esensial dan senyawa aromatik: Membentuk profil kastanye khas; didominasi aldehida dan alkohol tipe “hijau” (pentenol, etilenol), karakteristik untuk teh pegunungan tinggi dengan kandungan asam amino tinggi.

8. Manfaat Kesehatan:

  • Perlindungan antioksidan: Kandungan polifenol yang tinggi (28%) memberikan netralisasi radikal bebas yang efektif. Menurut data penelitian Tiongkok, efektivitas antioksidan polifenol teh dapat 18 kali lebih tinggi daripada vitamin E.

  • Dukungan sistem kardiovaskular: Katekin membantu menurunkan kadar kolesterol plasma darah dan menjaga elastisitas pembuluh darah.

  • Penguatan gigi dan pencegahan karies: Peningkatan kandungan fluor dalam teh menghambat aktivitas bakteri kariogenik.

  • Efek tonik dengan keseimbangan lembut: Kombinasi kafein dan L-theanine memberikan kejernihan pikiran dan konsentrasi tanpa lonjakan eksitasi yang tajam.

  • Dukungan metabolisme: Polifenol merangsang proses metabolisme dan dapat membantu normalisasi berat badan dengan konsumsi teratur.

  • Selenium dan seng: Kandungan alami elemen jejak ini dalam teh mendukung fungsi kekebalan dan berpartisipasi dalam pertahanan antioksidan sel.

  • Dukungan pencernaan: Konsumsi moderat setelah makan membantu pencernaan yang nyaman; namun tidak dianjurkan minum saat perut kosong — tanin dapat mengiritasi mukosa lambung.

  • Kondisi kulit: Antioksidan dan elemen jejak (selenium, seng) berperan dalam melindungi kulit dari photoaging dan stres oksidatif.

  • Penting: Informasi ini bersifat umum dan bukan rekomendasi medis.

9. Penyeduhan:

  • Suhu air: 85–90 °C untuk kelas standar. Untuk teh kategori “Istimewa” (特级) dari tunas tunggal, suhu direkomendasikan diturunkan menjadi 80 °C agar tidak merusak bahan baku yang lembut.

  • Jumlah teh: 3 g per 150 ml air (rasio 1:50).

  • Peralatan: Gelas kaca (玻璃杯, bōlí bēi) — ideal untuk mengamati tunas berdiri vertikal di dalam air; cangkir porselen putih (白瓷杯, bái cí bēi) menonjolkan warna seduhan; gaiwan porselen putih — untuk format gongfu.

  • Proses:

    1. Panaskan peralatan dengan air panas dan buang.
    2. Masukkan teh.
    3. Gunakan metode “tuang tengah” (中投法, zhōng tóu fǎ): tuang air 1/3 volume, goyang gelas sedikit untuk membasahi daun dan membangunkan aroma (润茶摇香, rùn chá yáo xiāng), lalu tambahkan air hingga penuh.
    4. Seduhan pertama — 30 detik.
    5. Setiap seduhan berikutnya tambahkan 10 detik.
    6. Teh tahan 4–5 seduhan penuh.
  • Catatan: Jangan menyeduh dengan air mendidih (di atas 90 °C) — suhu tinggi merusak theanine dan menyebabkan astringensi berlebihan. Tidak dianjurkan minum saat perut kosong karena kemungkinan iritasi mukosa lambung oleh tanin. Teh segar (新茶) sebaiknya didiamkan 7 hari di tempat gelap untuk “menghilangkan api” sebelum penyeduhan pertama.

10. Penyimpanan:

  • Kemasan kedap udara, terlindung dari bau asing dan cahaya.
  • Suhu optimal — 0–5 °C (kulkas). Teh hijau Zhen’an sangat sensitif terhadap oksidasi; setelah kemasan dibuka, disarankan untuk menghabiskan teh dalam waktu satu bulan.
  • Sebelum membuka kemasan yang didinginkan, biarkan mencapai suhu ruangan untuk menghindari kondensasi pada permukaan daun.
  • Musuh teh: cahaya, kelembaban, panas, oksigen, bau asing.

11. Harga dan Pemalsuan:

  • Rentang harga: Harga sangat bergantung pada kelas dan musim. Teh Mingqian (明前茶, teh sebelum Qingming) kategori “Xiangyuan Wu Ya” (kelas tertinggi) — 400–1.000 yuan per jin (500 g). Xiangyuan Maojian (象园毛尖, kelas menengah, sebelum Guyu) — 200–400 yuan per jin. Xiangyuan Chaoqing (象园炒青, teh massal dari bahan baku musim panas-musim gugur) — jauh lebih murah, dengan rasio harga/kualitas tinggi.
  • Faktor harga: musim pemetikan, kelas bahan baku (tunas tunggal vs. tunas + 2 daun), pengerjaan manual, adanya sertifikasi (organik, indikasi geografis).
  • Cara menghindari pemalsuan:
    • Beli dari penjual tepercaya dengan label indikasi geografis dan sertifikat QS/ISO.
    • Evaluasi penampilan: Xiangyuan Wu Ya asli memiliki bentuk pipih atau spiral yang khas, warna hijau tua, dan tekstur rata.
    • Periksa aroma: nada kastanye asli tidak dapat direproduksi dengan perasa buatan — lembut, dalam, dan stabil.
    • Seduhan harus bening dan jernih, tanpa kekeruhan.
    • Harga mencurigakan rendah untuk teh “mingqian” — kemungkinan tanda pemalsuan atau substitusi bahan baku.

12. Fakta Menarik:

  • Xiangyuan Wu Ya disebut “teh pegunungan paling utara Tiongkok” (中国最北缘高山茶): perkebunan terletak di 33° LU — lebih utara dari sebagian besar wilayah teh negara, yang memberikan profil kimia unik dengan kandungan asam amino yang lebih tinggi.

  • Aroma kastanye teh bukan kebetulan: Kabupaten Zhen’an secara resmi dikenal sebagai “Kampung Halaman Kastanye”, dan kebun teh benar-benar dikelilingi oleh hutan kastanye. Kedekatan ekosistem, serta penggunaan api kayu saat fiksasi daun, membentuk profil unik ini.

  • Pada tahun 2024, industri teh Zhen’an menyediakan lapangan kerja bagi 14.000 orang dan menghasilkan produk senilai 280 juta yuan per tahun, menjadikan teh salah satu pilar utama ekonomi lokal.

  • Teknik “pemadatan teh dengan palu kayu” (木槌筑茶) — praktik kerajinan unik yang terdaftar sebagai warisan budaya takbenda. Metode ini berakar pada cara awal pengepresan dan pengangkutan teh di daerah pegunungan.

  • Di Desa Xiangyuan masih tersimpan pohon teh berusia lebih dari 30 tahun, yang berasal dari penanaman yang dilakukan oleh keturunan petani teh pertama Liu Zhengmin pada abad ke-17. Pohon-pohon ini dianggap sebagai “pohon induk” dan menghasilkan bahan baku untuk batch teh terbatas.

  • Ekstrak air Xiangyuan Wu Ya melebihi standar nasional sebesar 15 poin persentase — ini berarti teh sangat kaya akan zat terlarut yang menentukan kepadatan dan kedalaman rasa. Indikator semacam itu langka bahkan untuk teh pegunungan tinggi selatan.

13. Perbandingan dengan Teh Hijau Lainnya:

  • Xi Hu Long Jing (西湖龙井, Xīhú Lóngjǐng): Teh hijau pipih klasik dari Zhejiang. Kesamaan — bentuk daun pipih; perbedaan — Longjing memiliki profil kacang-kastanye dengan “panggang” yang lebih jelas, sementara Xiangyuan Wu Ya memberikan nada kastanye yang lebih dalam dengan manis panjang, yang disebabkan oleh terroir pegunungan tinggi dan pengayaan selenium.

  • Dongting Biluochun (洞庭碧螺春, Dòngtíng Bìluóchūn): Teh hijau spiral dari Jiangsu. Gaya spiral Xiangyuan Wu Ya secara formal menyerupai Biluochun, namun profil rasa sangat berbeda: Biluochun didominasi oleh nada buah-bunga (kebun teh berdekatan dengan pohon buah), sementara Xiangyuan Wu Ya memiliki kedalaman kastanye dan mineralitas.

  • Xinyang Maojian (信阳毛尖, Xìnyáng Máojiān): Teh hijau terkenal dari Provinsi Henan, juga dari wilayah teh utara. Kedua teh memiliki kandungan asam amino yang lebih tinggi, namun Xinyang Maojian memiliki astringensi dan herbal yang lebih jelas, sementara Xiangyuan Wu Ya lebih manis dan lembut.

  • Ziyang Maojian (紫阳毛尖, Zǐyáng Máojiān): “Sesama” dari wilayah Shaanxi selatan yang sama, juga diperkaya selenium. Kondisi iklim serupa, tetapi Ziyang Maojian adalah teh jarum terpilin dengan profil aromatik berbeda, karakter kastanye kurang menonjol.

14. Kontraindikasi dan Tindakan Pencegahan:

  • Tidak dianjurkan minum saat perut kosong: kandungan tanin yang tinggi dapat menyebabkan ketidaknyamanan lambung.
  • Jangan melebihi 3 cangkir sehari untuk menghindari konsumsi kafein berlebihan.
  • Selama mengonsumsi obat-obatan, hindari teh: teobromin dan tanin dapat mempengaruhi penyerapan obat. Interval yang disarankan — setidaknya 1 jam.
  • Hati-hati selama kehamilan dan menyusui karena kandungan kafein.
  • Orang dengan rangsangan saraf tinggi dan insomnia disarankan membatasi konsumsi di sore hari.

Kesimpulan:

Xiangyuan Wu Ya adalah teh dengan karakter yang sulit disamakan dengan teh hijau Tiongkok lainnya. Aroma kastanye yang dalam, manis yang panjang dan membelai, serta seduhan yang jernih — hasil dari terroir pegunungan utara yang unik, tradisi tiga ratus tahun, dan keahlian manual yang cermat. Teh ini cocok bagi mereka yang menghargai dalam teh hijau bukan kesegaran herbal, melainkan kedalaman kacang yang hangat dan kepenuhan rasa. Seduhlah dengan air lembut pada suhu sedang, jangan terburu-buru — dan setiap seduhan berikutnya akan mengungkapkan nuansa rasa baru, seperti awan yang menyingkap di atas Pegunungan Qinling.