home · article
Wǔdāng Dào Chá
Wǔdāng dào chá · 武当道茶
Wǔdāng Dào Chá adalah salah satu dari empat 'teh khas' Tiongkok yang masyhur (四大特色名茶), sejajar dengan Xīhú Lóngjǐng, teh tebing Wǔyí, dan chán chá dari vihara. Ini adalah merek regional yang menaungi kebun-kebun teh di Kota Shíyàn (十堰, Shíyàn) di barat laut Húběi, di kaki Pegunungan Suci Wǔdāng—pusat utama Taoisme di…
Wǔdāng Dào Chá adalah salah satu dari empat ‘teh khas’ Tiongkok yang masyhur (四大特色名茶), sejajar dengan Xīhú Lóngjǐng, teh tebing Wǔyí, dan chán chá dari vihara. Ini adalah merek regional yang menaungi kebun-kebun teh di Kota Shíyàn (十堰, Shíyàn) di barat laut Húběi, di kaki Pegunungan Suci Wǔdāng—pusat utama Taoisme di Tiongkok. Nilai istimewa teh ini diperkuat oleh ikatan seribu tahun dengan budaya Tao ‘dào chá’ (道茶), terroir pegunungan tinggi, dan status indikasi geografis yang dilindungi.
1. Klasifikasi dan Asal Daerah:
- Jenis: Teh hijau (tidak difermentasi). Produk inti dari lini ini adalah teh hijau; di bawah merek payung yang sama juga diproduksi teh merah, oolong, dan hēi chá, namun teh hijau Wǔdāng Dào Chá tetap menjadi ikon utamanya.
- Kategori: Teh regional dengan asal daerah yang dilindungi—produk dengan Indikasi Geografis Pertanian Nasional (全国农产品地理标志, terdaftar oleh Kementerian Pertanian RRT pada 15 November 2010). Sejak 2014, menyandang gelar ‘Teh Budaya Nomor 1 Tiongkok’ (中国第一文化名茶) yang diberikan oleh Asosiasi Pengembangan Produk Pertanian Berkualitas Tiongkok.
- Asal: Tiongkok, Provinsi Húběi (湖北, Húběi), wilayah administratif Shíyàn (十堰, Shíyàn). Zona asal yang dilindungi meliputi kabupaten Zhúxī (竹溪, Zhúxī), Zhúshān (竹山, Zhúshān), Fáng Xiàn (房县, Fáng Xiàn), bekas kabupaten Yúnxiàn (郧县) dan Yúnxī (郧西), kota Dānjiāngkǒu (丹江口, Dānjiāngkǒu), serta distrik Zhāngwān (张湾) dan Máojiàn (茅箭) di kota Shíyàn.
- Koordinat geografis: Sekitar 32.40° LU, 110.80° BT (wilayah Gunung Wǔdāng dan lahan teh di sekitarnya di wilayah Shíyàn).
2. Sejarah dan Makna Budaya:
- Sejarah: Wǔdāng Dào Chá adalah salah satu teh tertua di Húběi, yang sejarahnya tidak terpisahkan dari pertapaan Tao di Gunung Wǔdāng (武当山, Wǔdāng Shān), gunung suci Tao pertama dari empat gunung suci Tao di Tiongkok. Menurut legenda Tao, para penghuni Wǔdāng mulai mengunyah daun teh segar untuk kejernihan pikiran sejak zaman dahulu kala, secara bertahap beralih dari mengunyah ke merebus, lalu ke penyeduhan klasik. Para penganut Tao menyebut minuman ini Tàihé Chá (太和茶, ‘teh Harmoni Agung’)—dari nama lain Gunung Wǔdāng, Tàihéshān (太和山). Pada zaman Táng (唐, 618–907), teh dari daerah Zhúxī-Méizǐgòng (竹溪梅子贡) sudah tercatat sebagai persembahan upeti kekaisaran. Legenda mengatakan bahwa Putra Mahkota Lǐ Xián (calon Kaisar Táng Zhōngzōng), ketika melewati Zhúxī, disembuhkan dari sengatan panas oleh teh setempat, lalu mempersembahkannya kepada Maharani Wǔ Zétiān, yang kemudian menyatakan teh Méizǐgòng sebagai teh istana. Empat puluh delapan pohon teh tua di Méizǐyà (梅子垭) masih bertahan hingga kini. Pada Dinasti Míng (明, 1368–1644), kaisar mengerahkan 200.000 pengrajin selama 14 tahun untuk merekonstruksi kuil-kuil istana Wǔdāng; pada periode itu, para Tao mengirimkan teh mereka ke istana sebagai barang upeti (贡品). Pada 2009, Wǔdāng Dào Chá dianugerahi gelar ‘Teh Budaya Nomor 1 Provinsi Húběi’ (湖北第一文化名茶). Pada 2010, terdaftar sebagai produk dengan Indikasi Geografis Nasional. Pada 2014, memperoleh gelar ‘Teh Budaya Nomor 1 Tiongkok’. Pada 2017, Universitas Zhèjiāng mengembangkan strategi merek baru dengan semboyan ‘Pǔ shǒu fāng yuán · xún xīn ér xíng’ (朴守方圆·循心而行—‘Dengan rendah hati mengikuti hukum, bertindak mengikuti hati’).
- Nama: ‘Wǔdāng’ (武当)—gunung suci dan wilayah; ‘Dào’ (道)—Jalan, konsep sentral Taoisme; ‘Chá’ (茶)—teh. Arti harfiah: ‘Teh Tao dari Gunung Wǔdāng’. Nama historis alternatif adalah ‘Tàihé Chá’ (太和茶), di mana ‘tàihé’ berarti ‘harmoni agung’—keadaan ketenangan dan keseimbangan mutlak yang dicari dalam praktik Tao. Para penganut Tao berkata: ‘Meminum teh ini, hati menjadi jernih, jiwa tenang, harmoni mencapai puncaknya, inilah tàihé’ (心平气舒,人生至境,平和至极,谓之太和).
- Makna budaya: Wǔdāng Dào Chá adalah salah satu dari dua teh religius terbesar di Tiongkok, bersama dengan chán chá (禅茶) Buddhist. Tradisi teh Tao bertumpu pada tiga pilar: penyembuhan (饮茶消病—‘minum teh mengusir penyakit’), pengokohan tubuh (养生健身—‘memelihara hidup, menguatkan kesehatan’), dan penyempurnaan jiwa (修身养性—‘menyempurnakan diri, membina watak’). Prinsip ‘hé jìng yí zhēn’ (和静怡真—‘harmoni, keheningan, kegembiraan, kebenaran’), yang menjadi pedoman para Tao dalam praktik zuòchán (坐禅, meditasi duduk), diterapkan langsung ke dalam acara minum teh. Di pertapaan Tao Wǔdāng, upacara tahunan pada hari ketiga bulan ketiga dan hari kesembilan bulan kesembilan kalender lunar mencakup persembahan teh terbaik kepada dewa Zhēnwǔ (真武). Secara historis, wilayah Shíyàn adalah simpul kunci ‘Jalur Teh Hebat’ (万里茶道): teh dari kawasan Sèkīŋ-Bābānshān melalui Sungai Hànshuǐ turun ke Xiāngyáng, lalu melewati Xī’ān menuju Jalur Sutra, dan melalui cabang utara—melalui Mongolia Dalam—ke Rusia.
3. Deskripsi Botanis dan Bahan Baku:
- Spesies: Camellia sinensis var. sinensis.
- Varietas / Kultivar: Sebagian besar merupakan populasi tanaman lokal (群体种, qúntǐ zhǒng)—garis keturunan yang beragam secara genetik, beradaptasi dengan terroir pegunungan Qín-Bā. Ditemukan baik bentuk daun kecil (小叶种) maupun daun besar (大叶种). Di daerah Fángxiàn, ditemukan pohon teh liar dengan lingkar batang hingga 3,2 m dan usia lebih dari seribu tahun—kemungkinan salah satu yang tertua di Tiongkok tengah.
- Pemetikan: Terutama pada musim semi (Maret–April); lot premium adalah petikan awal musim semi sebelum Qīngmíng (清明). Untuk lot massal, pemetikan musim panas dan musim gugur dimungkinkan.
- Standar pemetikan: Untuk grade tertinggi—tunas tunggal atau tunas dengan satu daun teratas (一芽一叶); untuk grade standar—tunas dengan dua daun teratas (一芽二叶).
- Persyaratan bahan baku: Utuh, segar, tanpa kerusakan mekanis. Bahan baku dikirim ke pabrik dalam waktu secepat mungkin untuk mencegah oksidasi spontan.
4. Terroir dan Keistimewaan Budidaya:
Wilayah Shíyàn terletak di pertemuan cabang Pegunungan Qínlǐng (秦岭) dan Pegunungan Dàbā (大巴山), di hulu Sungai Hànshuǐ—anak sungai terbesar Yángzǐ. Ini adalah zona inti tangkapan air proyek ‘Pengalihan Air dari Selatan ke Utara’ (南水北调), yang menjamin kemurnian sumber daya air yang luar biasa dan standar ekologi yang ketat dalam pengelolaan.
- Ketinggian tumbuh: 500–1200 m di atas permukaan laut. Zona utama teh premium adalah pegunungan tengah (700–1000 m).
- Iklim: Monsun subtropis utara, subtipe kontinental. Suhu rata-rata tahunan sekitar 15,3 °C, periode bebas embun beku ~242 hari. Curah hujan tahunan rata-rata ~834 mm. Sinar matahari tahunan ~1835 jam. Musim dingin ringan, musim panas tanpa panas ekstrem; amplitudo suhu diurnal yang nyata mendukung akumulasi senyawa aromatik.
- Iklim mikro: Relief pegunungan dengan perbedaan ketinggian, lembah sungai yang dalam, tiga waduk besar (termasuk Dānjiāngkǒu) membentuk ‘efek kabut air’ yang kuat: awan dan kabut yang sering menyebarkan sinar matahari langsung, sehingga meningkatkan proporsi radiasi difus—rejim optimal untuk sintesis asam amino dan senyawa aromatik dalam daun teh.
- Tanah: Didominasi oleh tanah kuning-cokelat (黄棕壤) dan tanah berpasir berbasis batuan metamorf dan karbonat. pH 4,0–6,5 (asam dan agak asam). Kandungan bahan organik 1,0–2,0%. Tanah diperkaya dengan unsur mikro—fosfor, seng, dan selenium, yang secara positif memengaruhi profil mineral teh.
- Agroteknik: Wilayah ini adalah salah satu zona perkebunan teh ramah lingkungan dan organik terbesar di Tiongkok. Tutupan hutan yang kaya, predator alami hama (burung, laba-laba), dan minimnya aktivitas industri memungkinkan pengelolaan kebun dengan beban pestisida yang sangat rendah. Banyak perkebunan memiliki sertifikasi organik.
5. Teknologi Produksi:
Teknologi diarahkan untuk memaksimalkan pelestarian karakter hijau alami daun dan membentuk aroma bersih, tahan lama, dengan nuansa kastanye—ciri khas wilayah ini. Skema klasik untuk Wǔdāng Dào Chá hijau mencakup tahapan berikut:
- Pemetikan (采摘 — cǎizhāi): Pemilihan tunas dan daun muda secara manual. Untuk lot premium, pemetikan dilakukan pada dini hari, bahan baku segera dikirim ke bengkel.
- Pelayuan/penghamparan (摊晾 — tānliàng): Bahan baku segar dihamparkan dalam lapisan tipis di ruangan berventilasi selama 2–4 jam. Tujuannya adalah meratakan kelembapan, memulai penguapan ringan, dan mempersiapkan fiksasi. Daun sedikit layu, menjadi lebih lembut dan lentur.
- Fiksasi hijau (杀青 — shāqīng): Tahap kunci: pada suhu 180–220 °C (dalam wajan penggorengan atau drum putar), enzim diinaktivasi dengan cepat, menghentikan oksidasi. Membentuk dasar aroma kastanye-kacang (栗香, lì xiāng)—nada khas Wǔdāng Dào Chá. Durasi 3–5 menit, bergantung pada volume lot.
- Penggulungan (揉捻 — róuniǎn): Perusakan mekanis dinding sel untuk membebaskan sari dan membentuk kedalaman rasa. Pada saat yang sama, daun memperoleh bentuk awal—gulungan rapat atau ‘benang’ yang terpilin.
- Pembentukan (做形 — zuòxíng): Menciptakan bentuk akhir yang khas—lembaran datar, bentuk jarum, atau spiral, bergantung pada subproduk spesifik dalam lini. Tahap ini dapat mencakup pengepresan manual dalam wajan atau dengan mesin pembentuk.
- Pengeringan (烘干 — hōnggān): Mencapai kelembapan stabil (≤6,5%) pada suhu 80–100 °C. Stabilisasi akhir aroma, menghilangkan sisa kehijauan ‘rumput’, memperkuat nada manis-kastanye.
6. Karakteristik Organoleptik:
- Penampilan daun kering: Lembaran kecil, lembut, seragam dengan struktur rapat. Warna—hijau zamrud (翠绿, cuìlǜ), permukaan berkilau, dengan bulu keperakan halus pada tunas grade tertinggi.
- Aroma daun kering: Bersih, segar, dengan nada kastanye (栗香) yang tegas—penanda khas Wǔdāng Dào Chá. Nuansa bunga ringan di lapisan kedua.
- Aroma seduhan: Tinggi, tahan lama, cerah. Tema kastanye-kacang mendominasi, dilengkapi kesegaran rerumputan padang rumput dan sentuhan bunga yang nyaris tak terdeteksi. Aroma bertahan selama beberapa kali seduhan.
- Rasa: Segar, bersih, hidup. Tubuh sedang, tekstur halus. Di latar depan—manis yang nyata (鲜甜) dan ‘kelembutan juicy’ (鲜爽, xiānshǎung). Kepahitan dan astringensi minimal. Aftertaste panjang, dengan rasa manis kembali yang meningkat (回甘, huígān) dan sensasi kesegaran.
- Warna seduhan: Hijau lembut (嫩绿) atau hijau-kekuningan, cerah, transparan, dengan ‘kehidupan’ cahaya yang baik.
- Dasar cangkir (daun setelah diseduh): Hijau lembut, seragam, dengan helai daun dan tunas utuh yang mengembang dengan baik. Tekstur daun kenyal, segar.
7. Komposisi Kimia:
- Polifenol (katekin): Kadar sedang untuk teh hijau—sumber utama potensi antioksidan. Epigalokatekin-3-galat (EGCG) dan epikatekin galat (ECG) mendominasi.
- Asam amino: Kadar yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata teh hijau regional, karena terroir pegunungan tinggi dan kabut yang sering. L-theanine adalah komponen kunci yang bertanggung jawab atas rasa manis lembut, nuansa ‘umami’, dan efek relaksasi.
- Alkaloid: Kafein (~2–3% dari massa kering), theobromin, dan teofilin dalam jumlah sangat kecil.
- Zat ekstraktif larut air: Berdasarkan data tidak langsung—tidak kurang dari 38–42%, memungkinkan penyeduhan berulang kali.
- Vitamin: C (asam askorbat—salah satu kadar tertinggi di antara teh hijau Tiongkok berkat pemrosesan yang lembut), kelompok B (B₁, B₂), vitamin E.
- Mineral: Seng (Zn), selenium (Se)—tercatat sebagai unsur mikro yang signifikan, berasal dari tanah yang termineralisasi di wilayah tersebut. Juga terdapat fosfor, kalium, mangan, fluor.
- Minyak atsiri: Komposisi kompleks lebih dari 300 senyawa volatil membentuk profil aroma kastanye-bunga. Komponen kunci—linalool, geraniol, cis-jasmone, dan pirazin.
8. Khasiat yang Bermanfaat:
- Perlindungan antioksidan: Kadar katekin yang tinggi (terutama EGCG) memastikan netralisasi radikal bebas dan perlindungan sel secara umum.
- Tonikasi ringan: Kombinasi kafein dan L-theanine memberikan dorongan energi yang tenang dan stabil tanpa kecemasan, serta peningkatan konsentrasi tanpa ‘kejatuhan’ khas kopi.
- Dukungan imunitas: Penelitian menunjukkan kemampuan polifenol teh hijau untuk meningkatkan ketahanan antivirus tubuh.
- Efek kardioprotektif: Katekin membantu mempertahankan kadar kolesterol yang sehat dan elastisitas pembuluh darah.
- Memperbaiki pencernaan: Secara lembut merangsang peristaltik dan sekresi enzim pencernaan, cocok sebagai pendamping makan.
- Dukungan kognitif: L-theanine merangsang gelombang alfa otak, meningkatkan perhatian dan kejernihan berpikir—bukan kebetulan para biarawan Tao selama berabad-abad menggunakan teh ini untuk praktik meditasi.
- Selenium dan seng: Profil unsur mikro regional secara tambahan mendukung sistem enzim antioksidan tubuh (glutation peroksidase dan lainnya).
- Potensi anti-penuaan: Kompleks polifenol dan vitamin (C, E) memperlambat proses oksidasi sel, yang secara tradisional dikaitkan dengan perlambatan penuaan—bukan kebetulan para penganut Tao menganggap teh mereka sebagai ‘eliksir panjang umur’.
Penting untuk mempertimbangkan sensitivitas individu terhadap kafein. Orang dengan keasaman lambung tinggi disarankan untuk tidak minum teh hijau saat perut kosong.
9. Penyeduhan:
- Suhu air: 75–85 °C. Untuk grade musim semi yang paling lembut (tunas tunggal) — 75–80 °C; untuk daun yang lebih matang — hingga 85 °C.
- Jumlah teh: 3 g per 150 ml (gaiwan) atau 5–7 g per 200–250 ml (gelas kaca).
- Alat saji: gaiwan porselen (盖碗)—secara ideal mengungkap aroma kastanye dan memungkinkan kontrol ekstraksi yang tepat. Gelas kaca atau teko kaca—untuk kenikmatan visual tarian daun. Untuk sehari-hari, teko porselen dapat digunakan.
- Proses:
- Panaskan alat saji dengan air panas dan buang airnya.
- Masukkan teh, goyangkan gaiwan sedikit untuk membangunkan aroma (闻香, wén xiāng).
- Seduhan pertama: tuangkan air di sepanjang dinding gaiwan, seduh 15–20 detik, buang. Ini adalah seduhan ‘pembangun’ untuk membuka daun.
- Seduhan kedua: 20–30 detik. Di sinilah kepenuhan aroma kastanye dan rasa manis terungkap.
- Seduhan ketiga hingga keempat: 30–45 detik, aroma bergeser ke register yang lebih lembut dan floral.
- Seduhan selanjutnya: tingkatkan waktu 10–15 detik. Wǔdāng Dào Chá berkualitas dapat bertahan 4–6 seduhan.
- Saat menyeduh dalam gelas (大杯泡): 2–3 g per 200 ml, waktu seduh 1,5–2,5 menit, dapat menambahkan air 2–3 kali.
10. Penyimpanan:
- Teh hijau memerlukan perlindungan ketat dari oksigen, kelembapan, cahaya, panas, dan bau asing—‘lima musuh’ kesegaran.
- Suhu penyimpanan optimal: 0–5 °C (lemari pendingin) dalam kemasan kedap udara. Sebelum membuka, biarkan kemasan mencapai suhu ruangan untuk menghindari kondensasi.
- Wadah: kantong vakum dari plastik berlapis aluminium foil atau kaleng logam bertutup rapat. Penyimpanan di pembeku (−18 °C) diperbolehkan untuk stok jangka panjang (hingga 18 bulan).
- Masa konsumsi yang disarankan: 6–12 bulan setelah produksi. Lot musim semi premium sebaiknya diminum dalam 6 bulan pertama, ketika aroma kastanye paling cemerlang.
11. Harga dan Pemalsuan:
- Kategori harga: Grade musim semi dari tunas tunggal (明前茶)—paling mahal; lot massal musim hujan (谷雨后)—lebih terjangkau. Kisarannya luas—dari teh harian yang ekonomis hingga lot mikro koleksi dari produsen tertentu.
- Faktor harga: Musim petik (awal musim semi—lebih mahal), grade bahan baku (tunas tunggal → tunas + daun → dua daun), ketinggian tumbuh, subregion spesifik (teh dari Zhúxī dan Fángxiàn secara tradisional dihargai lebih tinggi).
- Cara menghindari pemalsuan:
- Beli dari produsen bersertifikat dengan hak menggunakan tanda indikasi geografis (地理标志).
- Perhatikan penampakan: Wǔdāng Dào Chá asli memiliki gulungan kecil yang seragam, warna zamrud tanpa bercak cokelat.
- Periksa aroma: nada khas kastanye-kacang (栗香) tidak boleh tajam atau berbau kimia—aromatisasi buatan mudah dikenali dari aromanya yang mengganggu, ‘datar’.
- Seduhan harus cerah, transparan, hijau-kekuningan, tanpa kekeruhan.
- Harga yang sangat rendah untuk Wǔdāng Dào Chá ‘premium musim semi’ hampir selalu merupakan tanda penggantian bahan baku dari wilayah lain atau pengepakan ulang teh tahun lalu.
12. Fakta Menarik:
- Legenda mengaitkan asal mula kebiasaan minum teh di Tiongkok dengan penganut Tao Yǐn Xǐ (尹喜), murid Lǎozǐ: menurut teks ‘Dào jīng · Tiānhuáng zhìdào Tàiqīng yùcè’ (道经·天皇至道太清玉册), ‘Lǎozǐ keluar melalui Gerbang Hángǔguān, dan Yǐn Xǐ menyambutnya di rumah, pertama-tama menyajikan teh’ (老子出函谷关,令尹喜迎之于家首献茗). Ini adalah catatan tertulis paling awal tentang teh sebagai elemen keramahtamahan ritual.
- Di desa Méizǐyà (梅子垭) di kabupaten Zhúxī, masih tumbuh 48 pohon teh tua, yang menurut legenda pernah dipetik untuk teh upeti kepada Maharani Wǔ Zétiān pada abad ke-7.
- Wǔdāng Dào Chá adalah satu-satunya dari ‘empat teh khas Tiongkok’ yang secara langsung terkait dengan tradisi Tao; tiga lainnya mewakili tradisi Buddha (chán chá), Konfusian (Lóng Jǐng), dan regional unik (Wǔyányánchá) dalam budaya teh.
- Wilayah Shíyàn adalah zona inti tangkapan air proyek pengalihan air (南水北调中线工程), yang menjadikan lahan teh sebagai salah satu yang paling terlindungi secara ekologis di Tiongkok: polusi industri di sini sangat dibatasi pada tingkat negara.
- Jalur Teh Hebat (万里茶道) melewati wilayah Shíyàn: teh dari Wǔdāng turun melalui Sungai Hànshuǐ ke Xiāngyáng, lalu menuju Xī’ān dan ke Jalur Sutra, serta melalui Mongolia Dalam—ke Rusia.
13. Perbandingan dengan Teh Hijau Lainnya:
- Xīhú Lóngjǐng (西湖龙井, Xīhú Lóngjǐng): Lembaran pipih tertekan, hijau cerah. Aroma—kastanye panggang dan kacang-kacangan; rasa lebih ‘padat’ dan berminyak. Wǔdāng Dào Chá lebih ringan, lebih segar, dan dengan kehalusan Tao yang lebih menonjol.
- Xìnyáng Máojiān (信阳毛尖, Xìnyáng Máojiān): ‘Tetangga’ terdekat—juga teh hijau dari zona Qín-Bā—Huáihé, tetapi dari provinsi tetangga Hénán. Iklim mirip, namun Xìnyáng Máojiān adalah lembaran berbentuk jarum bergulung dengan nada rumput yang lebih kuat. Wǔdāng Dào Chá biasanya lebih manis dan dengan karakter kastanye yang lebih nyata.
- Méizǐgòng Chá (梅子贡茶): Subproduk di dalam merek payung Wǔdāng Dào Chá, dari kabupaten Zhúxī. Secara historis—merek upeti tersendiri. Berbeda dengan bahan baku yang sangat halus (tunas tunggal), aroma yang lembut, dan rasa manis yang paling lembut.
- Ēnshī Yùlù (恩施玉露, Ēnshī Yùlù): Satu-satunya teh hijau Tiongkok yang masih diproses dengan pengukusan (蒸青), dari Húběi selatan. Profil yang sama sekali berbeda—‘laut’, dengan umami yang kuat dan seduhan hijau pekat. Wǔdāng Dào Chá, sebagai teh dengan fiksasi wajan penggorengan, jauh lebih kering, lebih kacang, dan lebih cerah aromanya.
Kesimpulan:
Wǔdāng Dào Chá adalah teh dengan garis keturunan seribu tahun dan ikatan hidup dengan salah satu tradisi spiritual terbesar Tiongkok. Kekuatannya bukan pada kecerahan yang mencolok, melainkan pada kedalaman yang tenang dan terpusat: aroma kastanye yang bersih, rasa manis yang halus, dan aftertaste yang jernih serta menyegarkan. Ini adalah teh untuk dinikmati dengan penuh perhatian, perlahan—di pagi hari untuk mengumpulkan pikiran, atau setelah makan siang untuk memulihkan kejernihan. Para biarawan Tao meminumnya sebelum meditasi; bagi manusia modern, teh ini memberikan anugerah yang sama—beberapa menit hening sejati dalam secangkir.