home · article
Méi Zhàn Wūlóng
Méi zhàn wūlóng · 梅占乌龙
Méi Zhàn ("Plum yang Mencapai Peringkat Pertama") adalah salah satu kultivar Fujian yang paling serbaguna dan berkarakter: dari bahan baku yang sama, para pengrajin menciptakan oolong (mulai dari gaya Anxi yang ringan hingga yancha Wuyi yang sangat dipanggang), teh merah, dan bahkan teh putih.
Méi Zhàn (“Plum yang Mencapai Peringkat Pertama”) adalah salah satu kultivar Fujian yang paling serbaguna dan berkarakter: dari bahan baku yang sama, para pengrajin menciptakan oolong (mulai dari gaya Anxi yang ringan hingga yancha Wuyi yang sangat dipanggang), teh merah, dan bahkan teh putih. Sebagai oolong, Méi Zhàn dihargai karena aroma khas bunga plum méihuā (梅花, méihuā), rasa manis buah-madu, dan kemampuannya untuk mengekspresikan terroir secara jelas — baik itu bebatuan mineral di Wuyishan maupun bukit merah di Anxi. Ini adalah “varietas bunglon” dengan suara yang tak berubah: gaya pengolahannya berubah, namun jati dirinya tak pernah hilang.
1. Klasifikasi dan Asal:
- Jenis: Oolong (teh setengah terfermentasi). Tingkat oksidasi sangat bervariasi — dari 15% (gaya Anxi ringan) hingga 60–70% (yancha Wuyi gelap), menjadikan Méi Zhàn salah satu oolong paling “fleksibel” di Tiongkok.
- Kategori: Oolong Fujian. Dua gaya utama:
- Wǔyí Méi Zhàn (武夷梅占, Wǔyí Méi Zhàn) — oolong bebatuan (岩茶, Yán Chá), gaya Minbei. Termasuk dalam “varietas unggulan” (名枞, Míngcōng) dari Gunung Wuyishan.
- Ānxī Méi Zhàn (安溪梅占, Ānxī Méi Zhàn) — oolong Minnan, daerah asal kultivar.
- Asal: Tiongkok, Provinsi Fujian (福建, Fújiàn).
- Daerah asal kultivar — Kabupaten Anxi (安溪县, Ānxī Xiàn): Kota Lutian (芦田镇, Lútián Zhèn), Desa Sanyang (三洋村, Sānyáng Cūn), Gunung Yinpingshan (银瓶山, Yínpíng Shān). ~25°05’ LU, ~117°55’ BT. Ketinggian hingga 1411 m.
- Pegunungan Wuyishan (武夷山, Wǔyí Shān): Fujian barat laut. ~27°43’ LU, ~117°41’ BT.
- Kultivar ini juga ditanam di Guangdong, Jiangxi, Zhejiang, Anhui, Hunan, Hubei, Jiangsu, Guangxi, Sichuan, Yunnan, dan Taiwan.
2. Sejarah dan Signifikansi Budaya:
- Sejarah: Kultivar Méi Zhàn berasal dari Desa Sanyang (三洋村) di Kota Lutian (芦田镇), Kabupaten Anxi — daerah pegunungan dengan iklim berawan dan berkabut, mata air, dan tanah subur yang ideal untuk budidaya teh. Terdapat dua legenda klasik tentang asal-usul Méi Zhàn. Kisah pertama berasal dari sekitar tahun 1810 (tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Jiaqing, 嘉庆, Dinasti Qing): seorang petani bernama Yang Yitang (杨奕糖, Yáng Yìtáng) dari Desa Sanyang sedang bekerja di ladang dekat Gunung Yinpingshan ketika seorang pengelana yang kelelahan lewat sambil memikul bibit teh di pundaknya. Yang memberinya bubur, dan sebagai balas budi, pengelana itu memberinya tiga tunas pohon teh yang tidak dikenal. Yang menanamnya di halaman rumah leluhur Yushucuo (玉树厝). Beberapa tahun kemudian, pohon-pohon itu tumbuh subur, dan teh yang dibuat dari daunnya mengejutkan semua orang dengan aromanya yang luar biasa. Seorang juren (举人, pemegang gelar sarjana) setempat, Yang Huiwen (杨辉文, Yáng Huīwén), setelah mengamati bunga pohon teh itu dan merasa mirip dengan bunga plum musim dingin méihuā (Prunus mume), menamai varietas itu “Méi Zhàn” — diambil dari baris puisi “梅占百花魁” (Méi zhàn bǎihuā kuí — “Plum memimpin di antara seratus bunga”). Versi kedua terkait dengan tahun 1821 (tahun pertama pemerintahan Kaisar Daoguang, 道光): seorang anggota keluarga Wang (王氏) dari Xiping (西坪) tiba di Lutian untuk bersembahyang leluhur. Penduduk setempat menunjukkan kepadanya pohon teh tanpa nama dan menanyakan namanya. Wang tidak tahu jawabannya, tetapi saat mendongak, ia melihat sepasang tulisan di pintu: “梅占百花魁” — dan seketika menamai pohon itu “Méi Zhàn”. Terlepas dari kebenaran legenda, kultivar Méi Zhàn memiliki sejarah terdokumentasi lebih dari 200 tahun. Pada tahun 1985, Komite Nasional Uji Varietas Tanaman Pertanian RRT secara resmi menetapkan Méi Zhàn sebagai varietas nasional (nomor GS13004-1985). Pada era Republik (民国, awal abad ke-20), kultivar ini dibawa ke Pegunungan Wuyishan, di mana para pengrajin setempat menghargai kemampuannya “menyerap” karakter terroir bebatuan. Pada tahun 1970-an, Méi Zhàn menyebar ke Sichuan dan Yunnan, dan kini ditanam di lebih dari sepuluh provinsi di Tiongkok. Detail sejarah yang menarik: pada tahun 1923, seorang tokoh militer kelahiran Sanyang, Yang Hanlie (杨汉烈, Yáng Hànliè), mempersembahkan lima peti teh Méi Zhàn kepada Sun Yat-sen (孙中山, Sūn Zhōngshān). Bapak Republik Tiongkok itu membalas dengan surat ucapan terima kasih, yang hingga kini masih tersimpan di rumah leluhur keluarga Yang di Desa Sanyang. Penyair akhir Qing, Lin Henian (林鹤年, Lín Hènián) dari Lutian — salah satu dari “Delapan Penyair Besar Fujian” — menulis: “种梅三万株,终老吾何悔” (“Menanam tiga puluh ribu pohon plum dan tidak menyesal — hingga akhir hayat”), menjadi saksi skala dan pentingnya kultivar ini di tanah kelahirannya.
- Nama:
- “Méi” (梅) — plum méihuā (Prunus mume), salah satu simbol utama budaya Tiongkok: keteguhan, kebangsawanan, keindahan. Méihuā mekar di akhir musim dingin, ketika pohon lain masih tertidur — personifikasi keberanian menghadapi kesulitan.
- “Zhàn” (占) — menempati, memimpin, merebut (peringkat pertama).
- Makna lengkap: “Plum yang Mencapai Peringkat Pertama” — aroma teh mengingatkan pada bunga plum, dan kualitasnya “memimpin” di antara yang lain.
- Nama alternatif kultivar: Dà Yè Méi Zhàn (大叶梅占, “Méi Zhàn Daun Lebar”), Gāojiǎo Wūlóng (高脚乌龙, “Oolong Kaki Tinggi” — karena pertumbuhannya yang lurus dengan ruas panjang).
- Signifikansi budaya: Méi Zhàn adalah salah satu dari enam varietas klasik oolong Anxi, meskipun kurang dikenal dibandingkan Tiě Guānyīn (铁观音). Ini adalah “teh untuk para penikmat”: kurang populer, namun sangat dihargai di kalangan mereka yang mencari karakter varietas yang jelas. Pada tahun 1990-an, ketika tren Tiě Guānyīn menyebabkan penanaman ulang besar-besaran, luas lahan Méi Zhàn di Anxi menurun drastis. Pohon-pohon tua (老枞, lǎocōng) yang tersisa di lereng gunung kini sangat dihargai. Méi Zhàn dari Wuyishan adalah “favorit tersembunyi” di kalangan penikmat yancha: karakter varietasnya yang cemerlang menonjol bahkan di samping Ròu Guì (肉桂) yang bertenaga dan Shuǐ Xiān (水仙) yang dalam.
3. Deskripsi Botani dan Bahan Baku:
- Kultivar: Méi Zhàn (梅占) — Camellia sinensis var. sinensis. Varietas tanpa biji (无性系, wúxìngxì), pohon kecil (小乔木, xiǎo qiáomù) dengan batang lurus. Berdaun sedang (中叶类), pucuk tengah musim (中芽种).
- Morfologi: Tanaman tumbuh tinggi — pohon tua mencapai ketinggian 1,6 m dengan tajuk hingga 1,1 m. Batang jelas, percabangan sedang, ruas panjang (maka julukan “Oolong Kaki Tinggi”). Daun elips memanjang, hijau tua, mengilap, permukaan rata dengan tepi sedikit melengkung ke dalam. Ketebalan helai daun di atas rata-rata, tekstur padat dan rapuh. Gerigi tepi dangkal dan jarang.
- Sifat kunci kultivar:
- Produktivitas tinggi: 200–300 kg teh kering per mu (亩, ~667 m²).
- Daya adaptasi kuat — tumbuh baik di berbagai zona iklim dan jenis tanah.
- Keserbagunaan luar biasa (适制性, shìzhìxìng) — cocok untuk oolong, teh merah, hijau, dan putih. Kualitas langka di antara varietas Fujian.
- Aroma varietas yang jelas: plum-bunga, dengan nuansa madu dan rempah, karena kandungan minyak esensial yang tinggi.
- Tunas memiliki energi pertumbuhan kuat, namun cepat menjadi kasar (持嫩性较差, chí nèn xìng jiào chà) — diperlukan pemetikan tepat waktu.
- Standar pemetikan: Tunas + 2–3 daun atas. Untuk oolong, pemetikan lembut dengan pelayuan ringan direkomendasikan (嫩采, 重晒, 轻摇, nèn cǎi, zhòng shài, qīng yáo). Pemetikan musim semi paling bernilai.
- Musim: Puncak pemetikan musim semi — pertengahan April (一芽三叶盛期, periode kemunculan massal daun ketiga). Méi Zhàn adalah varietas akhir musim: di Anxi dipetik 7–10 hari lebih lambat daripada Tiě Guānyīn, memberi petani kesempatan mengolah panen utama TGY sebelum musim Méi Zhàn dimulai. Juga dipetik di musim panas dan gugur.
4. Terroir dan Kekhasan Budidaya:
Anxi — daerah asal kultivar (Méi Zhàn Minnan)
- Relief: Perbukitan di Fujian tenggara. Desa Sanyang terletak di kaki Gunung Yinpingshan (1411 m) — salah satu titik tertinggi di kabupaten itu.
- Ketinggian: 500–1200 m. Bahan baku terbaik — dari kebun ketinggian di lereng Yinpingshan.
- Tanah: Latosol merah dan kuning, subur, drainase baik. pH asam (~4,5–5,5).
- Iklim: Monsun subtropis, suhu tahunan rata-rata ~18–20°C, curah hujan ~1700 mm/tahun. Sering berkabut, berawan, mata air melimpah.
- Hasil: Karakter lebih segar, bunga murni; tubuh sedang; aroma plum lebih bersih dan ringan, tanpa bobot mineral.
Wuyishan — Méi Zhàn bebatuan (gaya Minbei)
- Relief: Pasir kuarsa merah danxia (丹霞, Dānxiá), lembah dan ngarai antar-bebatuan (坑涧, kēngjiàn). Semak tumbuh di celah bebatuan dan lembah gunung sempit.
- Ketinggian: 300–700 m.
- Tanah: Produk pelapukan batuan vulkanik — kaya besi, mangan, seng. pH 4,5–5,5.
- Iklim: Suhu tahunan rata-rata ~18°C, kelembaban relatif >80%, sering berkabut, cahaya tersebar.
- Hasil: “Melodi bebatuan” mineral (岩韵, Yán Yùn) — tubuh padat, aftertaste panjang. Aroma plum-bunga mendapat kedalaman “berbatu” dengan nuansa buah kering dan rempah.
5. Teknologi Produksi:
Teknologi sangat berbeda tergantung gaya regional.
Wǔyíshān Méi Zhàn (gaya yancha)
- Pemetikan (采摘, cǎi zhāi): Manual, tunas lembut.
- Pelayuan matahari (日光萎凋, rìguāng wěidiāo): 30–60 menit. Keunikan utama Méi Zhàn — disarankan pelayuan kuat (重晒, zhòng shài) untuk mengungkap aroma dan menghilangkan aroma rumput.
- Penggoyangan / pengocokan (做青, zuò qīng): 4–5 siklus dengan jeda “istirahat”, total durasi 8–14 jam. Oksidasi 40–70%. Penggoyangan dilakukan ringan (轻摇, qīng yáo) agar fermentasi penuh tanpa merusak daun rapuh.
- Fiksasi (杀青, shā qīng): Pemanasan suhu tinggi dalam drum atau wajan.
- Penggulungan (揉捻, róuniǎn): Gulung memanjang — ciri khas yancha berupa “untaian” (条索, tiáosuǒ).
- Pemanggangan arang (焙火, bèi huǒ): Sedang–kuat, di atas arang longyan (龙眼, lóngyǎn). 1–3 siklus dengan jeda untuk “mengembalikan kelembaban” (回润, huí rùn). Tahap ini menambahkan aroma karamel, kacang, dan cokelat.
- Istirahat / penuaan (陈化 / 退火, tuì huǒ): 1–3 bulan untuk “menenangkan api” — karakter panas dan tajam teh yang baru dipanggang melunak, rasa menjadi bulat.
Ānxī Méi Zhàn (gaya Minnan)
Tahap 1–4 serupa, dengan perbedaan:
- Oksidasi 15–35% (jauh lebih rendah).
- Pelayuan bisa dilakukan di tempat teduh (阴干萎凋).
- Penggulungan: Pembentukan kain (包揉, bāoróu) — setengah bulat (butiran), seperti Tiě Guānyīn.
- Pengeringan: Pengeringan udara ringan atau tanpa pemanggangan — untuk kesegaran maksimal.
6. Karakteristik Organoleptik:
Wǔyíshān Méi Zhàn
- Penampilan daun kering: “Untaian” gulung memanjang (条索), besar, dengan tangkai panjang dan ruas jelas — ciri khas kultivar. Warna cokelat tua dengan semburat kemerahan.
- Aroma daun kering: Plum méihuā berlatar mineral, karamel, buah kering, dan sedikit aroma asap pemanggangan. Nuansa rempah — kayu manis, cengkeh, bunga lawang.
- Aroma seduhan: Intens dan berlapis-lapis: lapisan pertama — bunga plum; kedua — mineral, kacang panggang, madu gelap; ketiga — kehangatan sisa pemanggangan. Setiap seduhan mengungkap dimensi baru.
- Rasa: Padat, berminyak, dengan mineralitas kuat (岩韵). Aroma plum, cokelat pahit, kenari, madu kastanya. Aftertaste panjang, hangat, dengan rasa manis kembali khas (回甘, huígān). Tubuh penuh, “lengket”.
- Warna seduhan: Ambar tua, cokelat kemerahan, dalam dan jernih.
- Ampas teh: Daun besar dengan tepi merah-cokelat dan pusat kehijauan — “tengah hijau, pinggiran merah” (绿底红边, lǜ dǐ hóng biān) klasik yancha.
Ānxī Méi Zhàn
- Penampilan daun kering: Butiran setengah bulat, hijau dengan bercak kecokelatan. Lebih besar dan lebih kasar dibanding Tiě Guānyīn karena daun lebih besar dan ruas panjang.
- Aroma daun kering: Plum méihuā segar, anggrek, persik, madu bunga ringan. Tanpa mineralitas dan asap — karakter “cerah” yang murni.
- Aroma seduhan: Bunga-buah yang jernih — persik, aprikot, madu akasia. Aroma plum terang, bukan gelap.
- Rasa: Lembut, sedikit manis, bunga-buah. Tubuh sedang. Sedikit rasa pedas ringan. Aftertaste segar, bunga, tanpa bobot mineral.
- Warna seduhan: Kuning muda, hijau keemasan, jernih.
- Ampas teh: Daun hijau utuh dengan tepi sedikit kemerahan.
7. Komposisi Kimia:
Data akurat komposisi Méi Zhàn diperoleh dari analisis tunas musim semi (一芽二叶, satu tunas — dua daun):
- Polifenol (polifenol teh): ~27,5% massa kering — di atas rata-rata untuk oolong Fujian. Kandungan katekin ~18,1%. Pada versi Wuyishan, dengan oksidasi tinggi, sebagian katekin diubah menjadi theaflavin dan thearubigin, membentuk kedalaman rasa dan warna ambar.
- Asam amino: ~3,6% massa kering. L-theanine menjadi komponen utama; berperan pada rasa manis dan efek relaksasi.
- Alkaloid: Kafein ~4,4% (di atas rata-rata — aktivitas stimulasi kuat). Theobromine dan theophylline dalam jumlah renik.
- Minyak esensial: Kandungan tinggi — penanda kunci kultivar. Benzaldehida dan benzil alkohol (aroma plum, almond), linalool dan geraniol (bunga), metil salisilat (kesegaran, nuansa “hijau musim dingin”). Minyak esensial inilah yang membentuk profil “plum” khas, yang tak salah lagi membedakan Méi Zhàn dari oolong Fujian lainnya.
- Vitamin: C, grup B (B₁, B₂), E, K.
- Mineral: Kalium, fluor, magnesium, mangan, seng. Versi Wuyishan — kandungan besi lebih tinggi karena pasir merah.
8. Manfaat Kesehatan:
- Perlindungan antioksidan: Kandungan polifenol tinggi (27,5%) memberikan efek antioksidan kuat. Pada versi Wuyishan, theaflavin memberikan kontribusi tambahan.
- Efek menyegarkan dan relaksasi: Kombinasi kafein (kandungan tinggi, ~4,4%) dan L-theanine memberi stimulasi energik tanpa gelisah. L-theanine melunakkan efek perangsang kafein dan mendorong produksi gelombang alfa otak.
- Meningkatkan pencernaan: Versi Wuyishan, berkat fermentasi dan pemanggangan lebih dalam, sangat direkomendasikan setelah makanan berlemak dan berat. Versi Anxi cocok untuk konsumsi harian.
- Efek menghangatkan: Méi Zhàn Wuyishan yang dipanggang adalah teh musim dingin yang sangat baik, menghangatkan dan menenangkan.
- Dukungan kardiovaskular: Polifenol membantu menurunkan kolesterol LDL dan memperkuat dinding pembuluh darah.
- Efek aroma-terapi: Aroma plum méihuā memberikan efek menenangkan dan estetis yang harmonis — dalam tradisi Tiongkok, aroma plum diasosiasikan dengan kemurnian dan kebangsawanan jiwa.
- Dukungan metabolisme: Polifenol dan kafein membantu pemecahan lemak dan mengaktifkan proses metabolisme.
9. Penyeduhan:
| Parameter | Wuyishan (yancha) | Anxi (Minnan) |
|---|---|---|
| Suhu | 90–98°C | 85–92°C |
| Jumlah teh | 5–7 g / 120 ml | 5–7 g / 150 ml |
| Seduhan pertama | 10–15 detik | 30–45 detik |
| Jumlah seduhan | 6–9 | 5–7 |
| Peralatan | Teko Yixing (tanah liat, diselaraskan untuk yancha), gaiwan | Gaiwan porselen |
Proses (Metode Gongfu):
- Panaskan peralatan dengan air mendidih.
- Masukkan teh, hirup aroma kering melalui tutup yang dihangatkan.
- Seduhan bilas — tuang air dan segera buang.
- Seduhan pertama — lihat tabel.
- Seduhan berikutnya — tingkatkan waktu 5–15 detik.
- Méi Zhàn Wuyishan berkualitas dapat bertahan hingga 8–9 seduhan, mengungkap berbagai dimensi pada setiap tahap.
10. Penyimpanan:
- Wuyishan (dipanggang): Wadah kedap udara dan tak tembus cahaya (kaleng timah, kemasan aluminium foil), tempat sejuk gelap. Masa simpan 12–24 bulan; setelah 1–3 bulan pasca-pemanggangan, “api” mereda dan rasa mencapai puncak. Pemanggangan ulang dapat memperpanjang umur.
- Anxi (ringan): Di kulkas (0–5°C), kemasan vakum kedap udara, terpisah dari makanan. Masa simpan 6–12 bulan.
- Musuh utama: Cahaya, kelembaban, panas, oksigen, bau asing.
11. Harga dan Pemalsuan:
Méi Zhàn Wūlóng menempati segmen harga menengah–tinggi. Varian yancha Wuyishan lebih mahal — “premi bebatuan” dan volume terbatas. Anxi lebih terjangkau, terutama dari kebun dataran rendah. Pohon tua (老枞) di kedua wilayah jauh lebih mahal daripada tanaman muda.
Cara mengenali pemalsuan:
- Aroma plum-bunga yang khas — ciri khas kultivar. Tanpa itu, bukan Méi Zhàn, melainkan varietas lain.
- Daun utuh dan terbentuk baik: “untaian” (Wuyishan) atau butiran setengah bulat (Anxi). Besar, dengan ruas panjang — penanda morfologi Méi Zhàn.
- Seduhan jernih, transparan, dari kuning muda (Anxi) hingga ambar tua (Wuyishan).
- Beli dari penjual spesialis dengan informasi spesifik daerah asal.
- Harga terlalu rendah — alasan untuk waspada: dengan kedok Méi Zhàn, sering dijual kultivar lain yang kurang bernilai.
12. Fakta Menarik:
- “Varietas bunglon”: Dari Méi Zhàn dibuat oolong, teh merah (Méi Zhàn Hóng Chá, 梅占红茶 — termasuk gaya Jīn Jùn Méi, 金骏眉), teh putih (Méi Zhàn Bái Chá) dan hijau (Bái Máo Hóu, 白毛猴, “Monyet Putih”). Méi Zhàn Hóng Chá dianggap sebagai salah satu bahan baku terbaik untuk Báilín Gōngfū (白琳工夫) — teh merah klasik Fujian.
- Plum méihuā (Prunus mume) — salah satu “Empat Tanaman Mulia” (四君子, sì jūnzǐ) bersama anggrek, bambu, dan krisan. Ia mekar di akhir musim dingin ketika pohon lain masih tertidur — simbol keteguhan dan kemurnian jiwa. Aroma Méi Zhàn adalah alusi langsung pada metafora budaya ini.
- Pada tahun 1923, Sun Yat-sen secara pribadi berterima kasih atas hadiah teh Méi Zhàn — ini salah satu dari sedikit teh Tiongkok yang hubungannya dengan pendiri Republik Tiongkok terdokumentasi.
- Penyair akhir Qing, Lin Henian, kelahiran Lutian, mendedikasikan bait untuk Méi Zhàn, menunjukkan bahwa pada abad ke-19 kultivar ini jauh lebih luas daripada sekarang — puluhan ribu pohon menutupi lereng gunung.
- Méi Zhàn Wuyishan adalah “favorit tersembunyi” para pengrajin yancha: dalam pencicipan buta, karakter varietasnya yang cemerlang sering menonjol bahkan di samping Ròu Guì yang kuat dan Shuǐ Xiān yang dalam.
13. Perbandingan dengan Oolong Fujian Lainnya:
| Parameter | Méi Zhàn (梅占) | Tiě Guānyīn (铁观音) | Ròu Guì (肉桂) | Shuǐ Xiān (水仙) |
|---|---|---|---|---|
| Aroma khas | Plum méihuā, madu | Anggrek, krim | Kayu manis, rempah | Narsis, rasa berminyak |
| Gaya | Anxi / yancha | Anxi (spektrum gaya) | Hanya yancha | Yancha / Zhangping |
| Keserbagunaan | Sangat tinggi (oolong, merah, hijau, putih) | Sedang (hanya oolong) | Rendah (hanya yancha) | Sedang (yancha + Zhangping) |
| Morfologi | Pohon tinggi, ruas panjang | Perdu, kompak | Perdu, sedang | Pohon, daun besar |
| Keterlambatan | Akhir (+7–10 hari vs TGY) | Standar | Standar | Standar |
| Kandungan kafein | ~4,4% (tinggi) | ~3–3,5% | ~3–3,5% | ~2,5–3% |
14. Kemungkinan Kontraindikasi:
- Intoleransi individu.
- Eksaserbasi gastritis atau tukak lambung — terutama hati-hati dengan versi Wuyishan saat perut kosong.
- Sensitivitas tinggi terhadap kafein, insomnia — kandungan kafein di atas rata-rata (4,4%).
- Kehamilan dan masa menyusui — konsumsi moderat.
- Mengkonsumsi suplemen zat besi — polifenol mengurangi penyerapan.
Sebagai penutup:
Méi Zhàn adalah teh bagi mereka yang menyukai ketika suatu varietas memiliki “suara”. Aroma plum-bunganya bukan sekadar aroma bunga abstrak, melainkan aroma spesifik dan mudah dikenali, yang menjadi benang merah di seluruh gaya pengolahan: oolong Anxi yang ringan, yancha Wuyishan yang kuat, teh merah yang intens. Ini adalah bunglon berkarakter: gayanya berubah, namun jati dirinya tak pernah hilang. Dalam lebih dari dua abad sejarahnya, Méi Zhàn menempuh perjalanan dari bibit tak bernama di ladang pegunungan Sanyang menjadi varietas nasional yang resmi disetujui, dari hadiah seorang pengelana kepada petani yang bersyukur hingga persembahan kepada Bapak Republik Tiongkok. Bagi penikmat yang mencari sesuatu di luar “tiga besar” (Tiě Guānyīn, Dà Hóng Páo, Ròu Guì), Méi Zhàn adalah penemuan ideal: sebuah varietas di mana aroma plum musim dingin dan sejarah dua abad terjalin begitu erat sehingga tak mungkin memisahkan satu sama lain.