home · article
Báishā Lǜ Chá
Báishā lǜ chá · 白沙绿茶
Báishā Lǜ Chá adalah teh hijau unik dari Pulau Hainan, tumbuh di salah satu terroir paling tidak biasa di planet ini — di dalam kawah meteorit kuno. Teh ini merupakan produk nasional dengan indikasi geografis (中国国家地理标志产品) dan menjadi ciri khas budaya teh provinsi paling selatan di Tiongkok.
Báishā Lǜ Chá adalah teh hijau unik dari Pulau Hainan, tumbuh di salah satu terroir paling tidak biasa di planet ini — di dalam kawah meteorit kuno. Teh ini merupakan produk nasional dengan indikasi geografis (中国国家地理标志产品) dan menjadi ciri khas budaya teh provinsi paling selatan di Tiongkok.
1. Klasifikasi dan Asal:
- Tipe: Teh hijau (绿茶, lǜ chá), non-fermentasi (oksidasi 0%). Sebagian besar diproduksi dengan metode hōng qīng (烘青, hōng qīng) — pengeringan udara panas, dengan elemen pemanggangan dalam drum.
- Kategori: Teh hijau regional dengan indikasi geografis. Merupakan salah satu teh Hainan paling terkenal dan masuk dalam Lima Teh Terkenal Tiongkok Selatan (华南五大名茶). Mendapat status produk dengan perlindungan penamaan asal (原产地域产品保护) sejak 29 Oktober 2004.
- Asal: Tiongkok, Provinsi Hainan (海南省, Hǎinán Shěng), Kabupaten Otonom Li Báishā (白沙黎族自治县, Báishā Lízú Zìzhìxiàn), area perusahaan pertanian negara Báishā (国营白沙农场). Perkebunan teh terletak di dalam dan sekitar Kawah Meteorit Báishā (白沙陨石坑, Báishā Yǔnshí Kēng) serta di lereng Pegunungan Wǔzhǐ Shān (五指山, Wǔzhǐ Shān).
- Koordinat Geografis: Perkiraan koordinat pusat kawah meteorit — 19°13′ N, 109°31′ E; koordinat Pegunungan Wǔzhǐ Shān — 18°53′ N, 109°41′ E. Ketinggian perkebunan — 300 hingga 800 meter di atas permukaan laut.
2. Sejarah dan Makna Budaya:
- Sejarah: Budaya teh Hainan memiliki akar berabad-abad. Catatan tertulis pertama tentang teh Hainan terdapat dalam «Qióngtái Zhì» (琼台志, Qióngtái Zhì) — kronik pulau yang disusun pada tahun keenam pemerintahan Zheng De Dinasti Ming (明正德六年, 1511). Penduduk asli Hainan — suku Li (黎族) dan Miao (苗族) — sejak dahulu mengumpulkan teh daun besar liar di Pegunungan Wǔzhǐ Shān untuk pengobatan dan konsumsi sehari-hari. Menurut perkiraan, sejarah penggunaan teh di pulau ini mencapai sekitar seribu tahun. Pada tahun 1882, botanis dan misionaris Amerika Henry Francis Hance / B.C. Henry menemukan dan mendokumentasikan pohon teh liar di wilayah Báishā, yang kemudian menjadi salah satu argumen dalam diskusi internasional tentang pengakuan Tiongkok sebagai tanah air pohon teh. Sejarah modern Báishā Lǜ Chá dimulai pada akhir 1950-an, ketika perkebunan teh terorganisir pertama muncul di Hainan. Pada tahun 1987, Perusahaan Pertanian Negara Báishā mendaftarkan merek dagang «Báishā» (白沙牌) dan memulai produksi industri teh hijau. Pada tahun 1990, Báishā Lǜ Chá dipilih sebagai «minuman hijau» resmi Asian Games XI di Beijing. Dari 1991 hingga 2008, teh ini secara konsisten mempertahankan status «produk hijau» dari Pusat Pengembangan Makanan Hijau Tiongkok (中国绿色食品发展中心). Pada tahun 1998 meraih medali emas Pameran Pangan Nasional ke-5.
- Nama: «Báishā Lǜ Chá» (白沙绿茶) secara harfiah berarti «Teh Hijau [dari Kabupaten] Pasir Putih». Toponim «Báishā» (白沙, «Pasir Putih») mencerminkan ciri lanskap lokal — tanah terang yang terbentuk akibat jatuhnya meteorit. Karakter «lǜ» (绿) menunjukkan jenis teh — hijau, dan «chá» (茶) — teh itu sendiri.
- Makna Budaya: Bagi masyarakat Li (黎族) dan Miao (苗族) — penduduk asli Hainan bagian tengah — teh hijau secara historis memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari, pengobatan tradisional, dan ritual keramahtamahan. Menyajikan seduhan dingin teh hijau di cuaca panas merupakan tanda penghormatan tradisional kepada tamu. Báishā Lǜ Chá dianggap sebagai simbol Hainan setara dengan kelapa, melambangkan kemurnian ekologis dan keaslian pulau. Merek modern «Báishā Lǜ Chá» telah menjadi salah satu elemen kunci konsep «pembangunan hijau» Kabupaten Báishā, yang pada tahun 2021 masuk dalam basis praktik konsep «Gunung hijau dan air jernih adalah gunung emas dan perak» (绿水青山就是金山银山) di Tiongkok.
3. Deskripsi Botani dan Bahan Baku:
- Varietas / Kultivar: Untuk produksi Báishā Lǜ Chá digunakan beberapa varietas semak teh. Dasarnya adalah varietas daun besar Hainan (海南大叶种, Hǎinán Dàyè Zhǒng), diakui sebagai varietas nasional dan terdaftar sebagai «Huá Chá No. 16» (华茶16号, GSCT16) pada Konferensi Sertifikasi Varietas Teh Nasional ke-2 tahun 1984. Ini adalah varietas Camellia sinensis var. assamica yang beradaptasi dengan iklim tropis pulau. Tambahan digunakan: varietas daun besar Yúnnán (云南大叶种, Camellia sinensis var. assamica), serta kultivar introduksi dari Provinsi Fujian — Qílán (奇兰, Qílán), Fúdǐng Dàbái (福鼎大白, Fúdǐng Dàbái), Shuǐxiān (水仙, Shuǐxiān), Fúyún No. 6 (福云6号, Fúyún Liùhào) dan Jīnxuān (金萱, Jīnxuān).
- Pemetikan: Berkat iklim tropis Hainan, musim tanam semak teh lebih panjang daripada di Tiongkok daratan. Pemetikan musim semi paling awal bisa dimulai pada bulan Desember, sehingga Báishā Lǜ Chá mendapat gelar tidak resmi «Teh Harum Awal Musim Semi Pertama di Tiongkok» (华夏第一早春香茗). Yang paling berharga adalah pemetikan musim semi pertama Míng Qián (明前, Míng Qián) — sebelum awal musim Qīngmíng (sekitar 5 April).
- Standar Bahan Baku: Untuk grade tertinggi digunakan bahan baku lembut: pucuk yang terdiri dari satu kuncup dan dua daun muda atas (一芽二叶, yī yá èr yè). Persyaratan bahan baku ketat: daun harus segar, lembut, seragam, dan bersih (嫩、鲜、匀、净). Panjang pucuk biasanya tidak melebihi 3–4 cm. Daun melalui sortasi manual atau mekanis untuk membuang yang rusak.
4. Terroir dan Keunikan Budidaya:
- Wilayah: Ciri utama terroir Báishā Lǜ Chá adalah Kawah Meteorit Báishā (白沙陨石坑) — salah satu dari sedikit kawah meteorit yang terkonfirmasi di Tiongkok. Kawah ini terletak 9 km tenggara kota Yáchāzhèn (牙叉镇), memiliki diameter 3,5 km dan terbentuk sekitar 700.000 tahun lalu akibat jatuhnya asteroid. Ini adalah salah satu dari sedikit kawah di dunia tempat ditemukan pecahan meteorit itu sendiri.
- Ketinggian Tumbuh: 300–800 meter di atas permukaan laut. Perkebunan utama terletak di lereng perbukitan di dalam dan sekitar kawah meteorit.
- Tanah: Tanah di zona kawah unik: mengandung zat dari permukaan bumi dan lapisan kerak dalam, serta mineral asal kosmik yang dibawa meteorit. Penelitian ilmiah menemukan lebih dari 50 jenis mineral dalam tanah kawah, menjadikan komposisi mineral Báishā Lǜ Chá tidak dapat direproduksi di wilayah lain. Tanah memiliki reaksi asam (pH sekitar 5,0–5,5), kaya akan besi, mangan, dan elemen jejak lainnya, berkontribusi pada akumulasi polifenol dan pembentukan profil mineral khas teh.
- Iklim: Iklim muson subtropis dengan elemen tropis. Suhu tahunan rata-rata +22…+26 °C. Curah hujan tahunan sekitar 1800–2000 mm. Kabut tebal dan embun pagi menciptakan naungan alami (mirip teh awan pegunungan tinggi). Jumlah hari cerah lebih dari 260 per tahun. Perbedaan suhu harian yang signifikan di zona pegunungan berkontribusi pada akumulasi zat aromatik di daun.
- Keunikan: Banyak semak teh tumbuh dalam kondisi mendekati alami, dikelilingi oleh flora tropis yang kaya. Tidak ada industri berat di dekat perkebunan, menjamin kemurnian ekologis bahan baku. Sejumlah perkebunan dikelola dengan standar pertanian organik.
5. Teknologi Produksi:
Teknologi produksi Báishā Lǜ Chá sebagian besar termasuk tipe hōng qīng lǜ chá (烘青绿茶, hōng qīng lǜ chá) — teh hijau pengeringan udara panas, dengan tahap tambahan «penggulungan dingin» pada proses pemurnian. Seluruh proses bertujuan mempertahankan kesegaran, warna, dan zat bermanfaat bahan baku secara maksimal. Aturan berlaku: panen hari itu harus sepenuhnya diproses pada hari yang sama.
- Pemetikan (采摘, cǎi zhāi): Pemetikan manual atau mekanis pucuk lembut sesuai standar kualitas.
- Pelunakan (摊晾, tān liáng): Daun segar disebar tipis di atas nampan bambu untuk pelunakan singkat dan menghilangkan sebagian kelembapan permukaan. Daun disortir berdasarkan grade.
- Fiksasi hijau — «membunuh hijau» (杀青, shā qīng): Tahap kunci, menonaktifkan enzim dan menghentikan oksidasi. Secara historis digunakan metode pemanggangan dalam drum berputar (滚筒炒杀青) pada suhu +180…+220 °C. Dalam produksi modern, pemanggangan diganti dengan pengukusan (蒸汽杀青, zhēngqì shā qīng), yang menghilangkan kontak daun dengan api terbuka dan menghilangkan rasa asap, sambil mempertahankan warna hijau cerah dan kemurnian aroma.
- Penggulungan (揉捻, róuniǎn): Daun digulung secara mekanis, yang merusak sebagian dinding sel, mengeluarkan sari sel ke permukaan dan memberikan bentuk gulungan padat (条索, tiáosuǒ). Penggulungan meningkatkan ekstraktivitas teh saat diseduh.
- Pengeringan (烘干, hōng gān): Dilakukan dengan aliran udara panas dalam beberapa tahap pada suhu +70…+90 °C hingga kadar air sisa daun ≤5%. Tahap ini memastikan penyimpanan lama dan stabilitas aroma.
- Penggulungan dingin (冷车色, lěng chē sè): Tahap akhir pemurnian, khas untuk Báishā Lǜ Chá. Teh digulung dalam drum segi delapan khusus (八角筒) selama 1–2 jam pada suhu ruangan (tanpa pemanasan). Ini memadatkan strip teh, memberikan kilau abu-abu kehijauan yang khas dan menyeragamkan kelembapan.
- Sortasi (分级, fēnjí): Teh siap disortir berdasarkan grade: tertinggi (绿芽茶, lǜyá chá — dari kuncup murni; 毛尖茶, máojiān chá — kuncup dengan satu daun; 高香茶, gāoxiāng chá — aroma tinggi), menengah (绿螺茶, lǜluó chá — gulungan spiral; dalam kaleng dan kotak) dan massal (袋装绿茶, dàizhuāng lǜ chá — teh celup).
6. Karakteristik Organoleptik:
- Penampakan daun kering: Gulungan padat dan rata (条索紧结, tiáosuǒ jǐnjié), seragam, tanpa batang dan kotoran. Warna hijau dengan kilau berminyak (色泽绿润有光). Grade tertinggi mengandung jumlah tunas perak berbulu yang terlihat.
- Aroma daun kering: Tinggi, murni, dan persisten (香气清高持久), dengan aroma bunga (anggrek, magnolia), herbal, dan sedikit buah tropis.
- Aroma seduhan: Cerah, menyegarkan, mengembangkan dan memperkuat aroma daun kering. Dominan aroma bunga dan herbal segar dengan sedikit manis.
- Rasa: Kaya, padat, dan segar (滋味浓醇鲜爽), dengan rasa manis aftertaste yang jelas (饮后回甘留芳). Tubuh sedang, tekstur halus. Ketahanan tinggi pada penyeduhan berulang: menurut deskripsi tradisional, «seduhan pertama ringan, kedua mulai terbuka, ketiga dan keempat rasa paling kuat, kelima dan keenam berangsur melembut» (一开味淡二开吐,三开四开味正浓,五开六开味渐减). Kombinasi sifat varietas daun besar (kekayaan, kepadatan) dan daun kecil (aroma halus) menciptakan keseimbangan unik.
- Warna seduhan: Bening, kuning kehijauan dengan rona emas cerah (汤色黄绿明亮).
- Dasar cangkir (daun seduhan): Daun lembut, elastis, seragam berwarna hijau cerah (叶底细嫩匀净), mempertahankan integritas setelah diseduh.
7. Komposisi Kimia:
Báishā Lǜ Chá terkenal dengan kandungan zat ekstraktif yang sangat tinggi, yang telah dikonfirmasi oleh penelitian laboratorium. Menurut Pusat Pemantauan Kualitas Pangan di bawah Kementerian Pertanian RRT (2004):
- Ekstrak air: 43,2% (standar nasional ≥34%) — jauh melampaui standar, menunjukkan kekayaan zat larut teh.
- Kandungan abu terlarut air: 71,4% (standar ≥45%) — indikator komposisi mineral yang kaya.
- Polifenol: Kandungan katekin tinggi, terutama epigallocatechin gallate (EGCG) — antioksidan kuat. Akumulasi polifenol didukung oleh tanah mineral kawah meteorit dan iklim tropis dengan sinar matahari melimpah.
- Asam amino: Kandungan L-theanine signifikan, memberikan rasa manis lembut (umami) dan keadaan pikiran rileks namun fokus. Menurut Universitas Pertanian Tiongkok Selatan (华南农业大学), teh ini juga kaya asam amino bebas dan enzim lainnya.
- Alkaloid: Mengandung kafein (jumlah sedang, khas teh hijau — sekitar 20–30 mg/g daun kering), serta teobromin dan teofilin.
- Senyawa aroma volatil: Kompleks minyak esensial, termasuk linalool (aroma bunga), β-damascenone (nuansa madu), α-terpinene (aroma pedas), membentuk aroma khas bunga-tropis.
- Vitamin: Vitamin C, vitamin kelompok B.
- Mineral: Kalium, fluor, mangan, besi (kandungan tinggi berkat mineralisasi tanah asal kosmik), seng, selenium.
- Klorofil: Kandungan tinggi memberikan warna hijau pekat pada daun dan seduhan.
8. Manfaat Kesehatan:
- Efek antioksidan: Kandungan EGCG dan polifenol lainnya yang tinggi melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas dan membantu memperlambat penuaan sel.
- Efek tonik ringan: Kombinasi seimbang kafein dan L-theanine meningkatkan produktivitas dan konsentrasi tanpa stimulasi berlebihan dan «penurunan energi» setelahnya.
- Dukungan pencernaan: Secara tradisional dipercaya membantu normalisasi pencernaan, mengurangi rasa berat setelah makan, dan bersifat diuretik (利尿导滞).
- Sistem kardiovaskular: Polifenol teh hijau dapat membantu normalisasi kadar kolesterol dan menjaga elastisitas pembuluh darah.
- Penguatan imunitas: Vitamin C, B, dan kompleks mineral mendukung fungsi kekebalan tubuh.
- Efek penurun panas dan penyegar: Secara tradisional dihargai di Hainan sebagai obat penurun panas (清热降火), pelepas dahaga yang sangat baik.
- Detoksifikasi: Dalam tradisi rakyat Hainan digunakan sebagai penawar efek rokok dan alkohol (敌烟醒酒).
- Metabolisme: Dapat membantu meningkatkan proses metabolisme dengan konsumsi teratur.
9. Penyeduhan:
- Suhu air: 80–85 °C. Sangat tidak disarankan menggunakan air mendidih — daun lembut akan «terbakar» dan seduhan menjadi pahit.
- Jumlah teh: 3–5 g per 150–200 ml air (metode seduh gaya gongfu dalam gaiwan); 2–3 g per 200 ml (cara Eropa dalam teko).
- Perabotan: Optimal menggunakan gaiwan (盖碗, gàiwǎn) dari porselen atau teko kaca, memungkinkan kontrol waktu seduh, menikmati warna dan perkembangan daun. Teko porselen juga cocok.
- Proses (metode seduh berulang, gōngfū chá):
- Panaskan gaiwan dan cangkir dengan air panas, tiriskan.
- Masukkan teh kering ke gaiwan hangat, tutup, kocok perlahan — hirup aroma daun kering yang hangat.
- Tuang air dengan suhu tepat, segera buang seduhan pertama (pembilasan, 洗茶, xǐ chá). Ini membersihkan debu dan «membangunkan» daun.
- Seduhan kedua: tuang air, biarkan 15–20 detik. Tuang seluruhnya ke chahai (公道杯, gōngdào bēi) atau langsung ke cangkir.
- Seduhan ketiga dan selanjutnya: tambahkan waktu seduh 5–10 detik setiap kali.
- Báishā Lǜ Chá berkualitas dapat bertahan 5–7 seduhan penuh, menjaga rasa dan aroma.
- Seduhan dingin (冷泡, lěng pào): Tuang 3–5 g teh dengan 500 ml air dingin yang disaring, diamkan di lemari es 4–8 jam. Cara ini tradisional untuk iklim panas Hainan, menghasilkan minuman yang sangat lembut, manis, dan menyegarkan.
10. Penyimpanan:
Seperti semua teh hijau, Báishā Lǜ Chá sensitif terhadap kondisi penyimpanan dan memerlukan penanganan hati-hati untuk menjaga kesegaran.
- Suhu: Optimal disimpan pada suhu rendah. Untuk panen musim semi berkualitas, disarankan penyimpanan di lemari es pada 0–5 °C dalam kemasan benar-benar kedap. Sebelum dibuka, kemasan harus dibawa ke suhu ruangan untuk mencegah kondensasi.
- Wadah: Kemasan kedap cahaya dan kedap udara — kantong aluminium foil dengan segel vakum atau klip zip-lock, kaleng logam bertutup rapat, wadah keramik. Grade tertinggi dikemas dalam kemasan vakum individual.
- Musuh teh: Cahaya, kelembapan, oksigen, panas, dan bau asing. Simpan jauh dari rempah-rempah, kopi, dan produk beraroma kuat lainnya.
- Masa simpan: Dengan kondisi penyimpanan tepat — 12–18 bulan. Kesegaran maksimal dalam 6 bulan pertama setelah produksi.
11. Harga dan Pemalsuan:
- Kategori harga: Báishā Lǜ Chá termasuk segmen harga menengah hingga menengah-atas. Harga tergantung grade, waktu panen, dan lot. Teh massal dalam kemasan tersedia dengan harga terjangkau; grade menengah (lǜluó, kaleng) lebih mahal; grade tertinggi (lǜyá, máojiān, gāoxiāng) termasuk produk premium. Perkiraan harga teh kualitas menengah adalah 100–300 yuan per 100 g, lot teratas bisa mencapai 500+ yuan per 100 g.
- Cara menghindari pemalsuan:
- Beli dari penjual terpercaya: Beli di toko teh khusus atau langsung dari produsen — Báishā Nóngchǎng (国营白沙农场). Waspadai teh tanpa nama produsen dan asal.
- Periksa label: Báishā Lǜ Chá asli memiliki tanda indikasi geografis (地理标志). Pada kemasan setelah 1 Juni 2010, di bawah sinar UV akan terlihat tulisan «白沙绿茶». Di bawah lapisan pelindung terdapat kode keaslian 16 digit.
- Perhatikan penampilan: Gulungan harus padat, rata, tanpa batang, warna hijau pekat berkilau. Adanya daun kuning, cokelat, atau patah adalah tanda kualitas rendah.
- Cek aroma: Báishā Lǜ Chá asli memiliki aroma bersih, tinggi, persisten tanpa bau asing, tengik, atau apek.
- Harga mencurigakan rendah: Jika harga jauh di bawah pasar untuk grade yang diklaim, ini alasan serius untuk ragu.
12. Fakta Menarik:
- Báishā Lǜ Chá — salah satu dari segelintir teh di dunia yang tumbuh di dalam kawah meteorit. Komposisi mineral tanah yang unik, mengandung zat luar angkasa, menjadikan terroirnya benar-benar «luar biasa» dan tidak dapat ditiru.
- Berkat iklim tropis Hainan, panen musim semi pertama dimulai pada Desember — 3–4 bulan lebih awal daripada kebanyakan wilayah teh di Tiongkok. Ini menjadikan Báishā Lǜ Chá sebagai teh hijau musim semi «paling awal» di negeri ini.
- Pada 1985, teh hitam Hainan meraih medali emas di pameran teh hitam dunia di Inggris. Namun sejak 1990-an, karena persaingan dengan teh hitam murah dari India dan Kenya, produsen Hainan beralih ke teh hijau, dan Báishā Lǜ Chá menjadi andalan transformasi ini.
- Pada 2022, Báishā Lǜ Chá menjadi teh pertama di Hainan dengan «label karbon» untuk teh (茶叶碳标签) — penandaan jejak karbon produk sepanjang siklus hidup, menjadikannya pelopor «ekonomi karbon» di industri teh provinsi.
- Hainan adalah salah satu wilayah terkaya di Tiongkok dalam hal cadangan pohon teh liar: tersebar di ketinggian 200 hingga 1400 m di Pegunungan Wǔzhǐ Shān, Límǔ Shān, dan Yǎjiādà Lǐng, dan Kabupaten Báishā adalah salah satu habitat utama mereka.
13. Perbandingan dengan Teh Hijau Lainnya:
- Báishā Lǜ Chá vs. Lóng Jǐng (龙井, Lóng Jǐng): Lóng Jǐng adalah teh klasik dari Zhejiang dengan bentuk peyang (扁炒青), aroma kastanye panggang yang kuat. Báishā Lǜ Chá adalah teh berbentuk gulungan (条索), dengan aroma bunga tropis. Lóng Jǐng lebih kering dan nutty; Báishā lebih padat, juicy, dan mineral, dengan aftertaste manis yang jelas.
- Báishā Lǜ Chá vs. Shuǐmǎn Lǜ Chá (水满绿茶, Shuǐmǎn Lǜ Chá): Teh hijau Hainan lainnya, dari desa Shuǐmǎn di Kabupaten Wǔzhǐ Shān. Dibuat eksklusif dari daun besar liar Hainan, tanpa varietas introduksi. Memiliki rasa pahit yang lebih kuat dan aftertaste kuat (回甘力强), lebih tahan terhadap penyeduhan berulang, namun kurang halus dalam aroma.
- Báishā Lǜ Chá vs. Yúnnán Lǜ Chá (云南绿茶): Teh hijau Yunnan dari daun besar (diān lǜ, 滇绿) memiliki tubuh lebih kuat, lebih padat, dan pahit. Báishā Lǜ Chá lebih lembut, elegan, dan floral, meskipun juga sebagian dari varietas daun besar.
- Báishā Lǜ Chá vs. Bì Luó Chūn (碧螺春, Bì Luó Chūn): Bì Luó Chūn adalah teh Jiangsu berukuran kecil, spiral, dengan aroma buah dari kedekatan pohon buah. Báishā Lǜ Chá lebih besar, lebih padat, dan lebih kaya, dengan dasar mineral dan aroma tropis.
Kesimpulan:
Báishā Lǜ Chá adalah teh dengan biografi unik: lahir di kawah meteorit purba, dibesarkan oleh matahari tropis dan kabut Hainan, mewarisi mineral «tamu langit» dan tradisi budaya masyarakat Li. Rasanya yang kaya namun lembut dengan aftertaste manis panjang, aroma bunga-tropis yang cerah, dan ketahanan penyeduhan yang luar biasa menjadikannya salah satu teh hijau paling khas di Tiongkok. Bagi penikmat yang mencari sesuatu di luar teh hijau klasik Jiangsu dan Zhejiang, Báishā Lǜ Chá adalah penemuan dunia yang benar-benar berbeda, di mana teh beraroma anggrek dan angin laut, dan di setiap cangkir larut mineral berusia 700.000 tahun.